Ahok 'Main-main' dengan Kitab Suci

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin

Pancasila sendiri, menghargai keberagaman dan kebhinekaan. Justru Ahok, kata Pedri, merusak kebhinekaan tersebut dengan mengeluarkan pernyataan itu.

img_title Sarwendah Bebaskan Anak-anaknya Pilih Agama Sendiri Ketika Dewasa

"Siapa pun orangnya dan apapun agamanya, wajib menjunjung tinggi kebhinekaan yang sudah menjadi kesepakatan bersama untuk keutuhan NKRI tercinta ini," tegas dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Munculnya gelombang pelaporan Ahok gara-gara 'sembarangan' mengutip ayat Alquran bisa dipahami. Anggota Dewan Perwakilan Daerah asal pemilihan DKI Jakarta, Fahira Idris menilai wajar bila ada ormas yang melaporkan mantan Bupati Belitung Timur itu ke pihak Kepolisian.

img_title Pramono Mau Renovasi Kalijodo: Legacy Peninggalan Ahok

Karena sudah menjadi ranah hukum, Fahira menyarankan, agar pengadilan yang memutuskan apakah yang dikatakan Ahok soal surat Al Maidah ayat 51 sebagai penistaan agama, atau tidak.

"Tapi satu yang pasti, dia (Ahok) tidak punya kompetensi menilai, menafsir, apalagi mengambil kesimpulan ayat dalam Alquran. Dia lebih baik diam, kalau tidak memahami apa yang dia katakan," kata Fahira dalam keterangan persnya, Jumat 7 Oktober 2016.

img_title Judol Jadi Penyebab Utama Tingginya Perceraian di Daerah Ini

Blunder

Disadari atau tidak, kegaduhan soal pernyataan Ahok yang mengutip ayat suci Alquran bisa berimbas pada elektabilitasnya yang terus melorot belakangan ini. Maka, calon pasangan Ahok, Djarot Saiful Hidayat mengingatkan koleganya itu, agar tak mudah mengumbar ayat suci Alquran, apalagi hanya untuk kepentingan politik semata.

Wakil Gubernur DKI Jakarta itu mengaku sudah menegur Ahok, agar tidak lagi menggunakan ayat suci Alquran untuk mengkritik apapun. Hal itu untuk menghindari kesalahan interpretasi dari masyarakat yang mendengar.

"Saya sudah kritik Ahok, kamu jangan lagi mengkritik sesuatu dengan ayat apapun, pakai solatiplah sekarang," kata Djarot, saat memberi pelatihan saksi kepada kader PDI Perjuangan di kawasan Puncak, Bogor, Jakarta, Jumat 7 Oktober 2016.

Djarot juga menghimbau semua pihak untuk mengambil intisari dari Islam, sebagai agama yang rahmatan lil alamin, atau membawa rahmat bagi seluruh alam semesta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jangan menurunkan nilai agama yang agung untuk kepentingan politik, kekuasaan, kepentingan pribadi, dan mencari perempuan, seperti Aa Gatot, pesugihan, sama seperti Dimas Kanjeng yang ramai itu," ucapnya.

Lebih lanjut, Djarot meminta Ahok, agar cukup menyampaikan prestasi dan kinerja yang telah dicapai selama memimpin Jakarta.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut