Ahok 'Main-main' dengan Kitab Suci
- VIVA.co.id/Muhamad Solihin
Ia mengatakan, meski ia tidak terpilih kembali dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017, program pemberdayaan di Kepulauan Seribu tersebut akan tetap berjalan.
"Saya tidak mengatakan (bahwa saya) menghina Alquran," ujar Ahok di Balai Kota DKI, Jumat 7 Oktober 2016.
Mantan Anggota DPR RI itu menyadari, sejak berkiprah di bidang politik dari tahun 2003, ia kerap menemukan lawan politiknya berkampanye negatif memanfaatkan ayat itu. Lawan politiknya memanfaatkan fakta bahwa mayoritas rakyat Indonesia merupakan umat Muslim.
"Saya temukan lawan-lawan politik yang rasis dan pengecut, selalu menggunakan ayat itu untuk membodohi orang (agar) tidak pilih saya," ujar Ahok.
Terkait maraknya laporan yang mengatasnamakan ormas keagamaan maupun profesi terkait pernyataannya itu, Ahok tidak terlalu risau. Ia juga yakin, Kepolisian tidak perlu memanggilnya. Versi lengkap dokumentasi diskusi dengan warga Kepulauan Seribu ada di saluran YouTube Pemerintah Provinsi DKI.
Dari video yang durasinya lebih dari 100 menit, polisi akan dapat menangkap maksudnya. Ia sama sekali tidak bermaksud menyampaikan bahwa ayat 51 surat Al Maidah membohongi umat muslim.
"Polisi yang periksa juga bisa ketawa. Kan, dia (ACTA) menuduh saya menghina Alquran, yang menghina Alquran siapa?" ujar Ahok.
Â
Lebih dari itu, Tim pribadi Basuki Tjahaja Purnama juga memberikan klarifikasi atas tudingan Gubernur DKI Jakarta telah melakukan penodaan agama.
Melalui akun Instagram @timbtp, tim yang terdiri dari para staf pribadi yang membantu Ahok melaksanakan tugasnya sebagai Gubernur DKI, mengunggah tangkapan layar tampilan laman YouTube yang menunjukkan video lengkap Ahok saat berdiskusi dengan warga Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Selasa, 27 September 2016.
"Pernyataan sesungguhnya Pak Ahok di Kepulauan Seribu yang diplintir dan disesatkan. Pak Ahok menyampaikan bahwa politisasi agama, dengan mengutip ayat-ayat kitab suci, baik Alkitab, Al-Quran dll nya adalah bentuk kebohongan kepada publik. Bukan kitab sucinya yang bohong, tapi politisasi kitab sucinya," demikian tertulis dalam unggahan seperti saat diakses pada Kamis 6 Oktober 2016. (asp)