Usai Jakarta Membara, Lalu Apa?
- ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
FOTO: Sekolompok massa yang mulai melakukan pelemparan batu kepada personel kepolisian yang berjaga mengamankan demo 4 November 2016/ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Dorong-dorongan dan pemukulan barikade polisi dengan kayu pun terjadi di ruas jalan yang berbeda. Barikade pun jebol. Seorang polisi bahkan disebutkan menjadi korban bulan-bulanan massa.
Dan secara mengejutkan, laskar FPI yang sejak tadi terpisah dengan kelompok ini pun mulai memasang perlindungan kepada para polisi. Mereka meminta massa untuk tetap tenang dan tidak bertindak anarkis hingga masuk waktu Maghrib dan kemudian digelar salat berjemaah.
Seiring waktu, massa yang dipimpin Habib Rizieq pun mulai beringsut kembali ke Masjid Istiqlal di tempat keberangkatan mereka. Populasi massa mulai berkurang atas instruksi pimpinan kelompoknya.
Namun entah mengapa, kelompok yang tadi terpisah di ruas jalan yang berbeda mulai membuat kericuhan lagi. Aksi dorong-dorongan dan pelemparan batu pun terjadi. Termasuk membakar ban di jalanan. Barikade yang dibuat FPI untuk melindungi polisi akhirnya jebol. "Jebolkan-jebolkan," teriak massa.
Tak lama muncul api di kendaraan yang berada di dekat barikade polisi. Suasana makin panas dan ricuh. Hingga akhirnya kepolisian pun mengambil sikap untuk memukul mundur para demonstran.
Letupan senjata berisi gas air mata pun terjadi. Meriam air yang tadi siagakan pun mulai digunakan untuk mengusir mundur demonstran. Dan bersamaan dengan itu, kericuhan lain pun pecah di Jalan Medan Merdeka Utara. Sekelompok orang yang beratribut sama juga membuat ricuh.
Konsentrasi pun pecah. Kepolisian yang bersiaga akhirnya mulai membabi buta menembaki demonstran dengan gas air mata. Beberapa mulai dikejar untuk ditangkap karena melempari polisi dengan batu.
Bentrokan pun tak terhindarkan. Dan meluas ke anggota FPI yang tadi tidak terlibat. Sebab, peluru gas air mata yang dilontarkan polisi beberapa juga menyasar ke anggota FPI dan pendemo lain.
Kemarahan pun merebak disertai kepanikan pendemo lain. Sejumlah pendemo perempuan bahkan ikut terjebak mengungsi di gedung Mahkamah konstitusi. Sementara lainnya telah berlarian dan melindungi diri ke arah tugu kuda dan Jalan Medan Merdeka Barat menuju tugu Kuda atau Bundaran BI.