Usai Jakarta Membara, Lalu Apa?
- ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
FOTO: Seorang peserta demonstrasi bercadar dan berjubah hitam mengangkat jari dengan latar belakang mobil polisi yang terbakar/ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Alhasil, kericuhan pun meluas dan menjadi hal yang mengerikan. Pembakaran ban pun terjadi di beberapa titik. Barikade polisi yang sedari tadi bertahan mulai meringsek masuk dan mengejar paksa para pendemo.
Beberapa mulai ditangkap hingga akhirnya ada yang terluka. Baik itu dari kepolisian maupun dari pendemo. "Ada tiga orang anggota Polri yang terluka dan empat pengunjuk rasa. Tapi belum diketahui identitasnya," kata Kepala Biro Penerangan Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Polisi Agus Rianto, Jumat malam.
Dalam waktu singkat, kekuatan keamanan memang berhasil memukul mundur para demonstran. Api yang membakar setidaknya tiga unit mobil pun dipadamkan. Kawasan Monumen Nasional yang menjadi konsentrasi massa pun berangsur kondusif.
Sebagaian pendemo, khususnya mereka yang berbaju putih dan bersorban pun mulai bergerak kembali ke Masjid Istiqlal. Perusuh yang tadi bertahan di Jalan Medan Merdeka Barat pun hilang menyisakan bekas kericuhan berupa batu, sisa pembakaran dan sampah.
Namun demikian, situasi kondusif itu rupanya hanya berlaku di kawasan Monas. Ternyata, setelah beberapa waktu dari kejadian itu, muncul kerusuhan lain di kawasan Jakarta Utara.
Sebuah toko serba ada, Indomaret disebutkan dijarah oleh warga. Lalu ada beberapa mobil yang melintas dilempari dan dirusak. Konsentrasi polisi pun kemudian dialihkan ke kawasan itu.
Sejauh ini belum tercatat berapa dampak kerusakan akibat kerusuhan di kawasan Jakarta Utara tersebut. Hanya saja kepolisian sudha memastikan bahwa kondisi di kawasan itu telah terkendali. "Kami belum tahu siapa yang melakukan. Anggota sudah kesana untuk menjaga," kata Kapolda Metro Jaya M Iriawan.
Yang jelas, hingga Jumat Malam, 4 November 2016, diakui memang situasi Jakarta memang tetap terkendali. Sikap siaga polisi dalam pengamanan memberi hasil yang signifikan. Iriawan saja bahkan berjanji akan menempatkan personelnya hingga tak terbatas untuk pengamanan. Termasuk dalam pengamanan gedung DPR yang sebelumnya juga sempat didatangi oleh massa.