Usai Jakarta Membara, Lalu Apa?
- ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Namun sayang, kesepakatan itu sepertinya tak bertahan lama. Akhirnya kelompok yang dipimpin Habib Rizieq pun berorasi sendiri dan kelompok itu juga berorasi terpisah. Tentunya bersama dengan atribut HMI yang terlihat berkibar-kibar bersama mereka. (Baca juga: HMI Bantah Picu Ricuh di Depan Istana)
Waktu berjalan, setelah petang menjelang, muncul Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto. Intinya ingin menemui para pendemo untuk kemudian bernegosiasi. Namun memang tidak membuahkan hasil karena pendemo ingin bertemu Jokowi.
Pertemuan kedua pun terjadi, yang menyebut bahwa pendemo hanya bisa ditemui oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla karena Jokowi sedang tidak berada di istana. Negosiasi pun makin alot.
Namun kemudian berakhir dengan kesepakatan bahwa pendemo akhirnya bersedia menemui Jusuf Kalla dengan mengirimkan beberapa perwakilan. Pertemuan ketiga pun terjadi, sejumlah perwakilan pendemo akhirnya bisa bertemu dengan Jusuf Kalla sebagai pengganti presiden.
Kesepakatan pun muncul, yang intinya bahwa pemerintah tidak tinggal diam dan telah berkoordinasi dengan kepolisian bahwa kasus dugaan penodaan agama yang dilakukan oleh Ahok akan diproses hukum dengan sebaik-baiknya.
"Soal saudara Ahok kita akan tegakkan dengan hukum yang tegas dan cepat," kata Jusuf Kalla di istana Wakil Presiden didampingi koordinator demo Ustad Bachtiar Nasir.
"Oleh pak Kapolri akan selesai dalam waktu dua minggu. Semuanya berjalan sesuai aturan. Itu saja," tambah Kalla.
Jawaban Kalla itu sepertinya cukup menenangkan para pendemo. Desakan agar kepastian hukum terhadap Ahok membawa titik terang bahwa istana ikut merespons situasi yang kini mendera publik.
"Setelah bicara dengan Pak Wapres, tentu mewakili Presiden mudah-mudahan, bahwa proses hukum akan diproses secepatnya dan tegas," kata Bachtiar membenarkan hasil pertemuan mereka sebagai perwakilan pendemo di Istana Wakil Presiden.
Kesepakatan itu pun akhirnya dibawa ke peserta demo di lapangan dan diumumkan kembali. Reaksi pun muncul beberapa menyoraki dan menyatakan ketidaksetujuannya.
Memanas
Sejak itulah, kelompok yang tadi terpisah dengan membawa panji-panji HMI mulai terlibat kericuhan lagi. Kali ini tidak lagi botol bekas yang dilempar ke polisi namun sudah berupa batu.