Fidel Castro, sang Penantang Amerika
- Desmond Boylan/Reuters
VIVA.co.id – Siapa yang tak kenal sosok Fidel Castro, mantan presiden sekaligus pemimpin revolusi Kuba. Namanya begitu dielu-elukan tak hanya oleh rakyat Kuba, bahkan dunia. Sang ‘diktator’ Kuba ini telah mengembuskan napas terakhir di usia 90 tahun.
Ya, Jumat 25 November 2016 akan dikenang sebagai hari paling berkabung bagi rakyat Kuba. 'El Comandante' telah berpulang. Pengumuman ini disampaikan langsung Presiden Kuba sekaligus sang adik, Raul Castro. Â
"Pada pukul 22.29 malam ini, Panglima tertinggi revolusi Kuba, Fidel Castro, telah meninggal dunia," kata Raul dalam keterangannya seperti dilansir Reuters.
Selama tiga dekade lebih pemilik nama lengkap Fidel Alejandro Castro Ruz ini memimpin Kuba. Jalan revolusi yang dipegang teguh Fidel Castro muda berhasil mengantarkannya menjadi orang nomor satu di Kuba dengan menggulingkan rezim Jenderal Fulgencio Batista.
Lahir di Birain, Provinsi Holguin, pada 13 Agustus 1926, Fidel Castro menjelma menjadi pemuda yang militan, terlebih setelah ia masuk bangku kuliah di Universitas Havana, Kuba. Itu dibuktikan dengan keterlibatannya dengan kelompok–kelompok revolusioner kala itu.
Sempat melakukan 'pemanasan' dengan ikut menggalang gerakan revolusi di Republik Dominika dengan dukungan Amerika Serikat (AS), Fidel Castro akhirnya kembali ke Kuba untuk memimpin gerakan anti pemerintahan Jenderal Batista pada 1952.
Castro pun sempat dipenjara dan terpaksa harus melarikan diri. Fidel Castro akhirnya mampu menggulingkan rezim Batista dengan dukungan rakyat dan beberapa koleganya termasuk sang legenda Ernesto 'Che' Guevara, sosok yang tak kalah dipuja.
Fidel Castro akhirnya menyempurnakan Revolusi Kuba dengan memproklamirkan Kuba sebagai negara sosialis komunis satu partai pada 1959. Ia kemudian mencanangkan program nasionalisasi sumber daya Kuba yang tak dipungkiri memicu kemarahan AS.
Ratusan kali coba dibunuh, tapi gagal
Keputusan Fidel Castro merapat ke Uni Soviet dengan garis haluan 'kiri'-nya memang membuat Amerika Serikat meradang. Dalam beberapa dekade, Fidel Castro menjadi musuh utama bagi presiden Amerika Serikat dari generasi ke generasi.
Usaha Amerika Serikat untuk menggulingkan Fidel Castro termasuk dengan ratusan kali percobaan pembunuhan yang diotaki CIA plus embargo ekonomi ternyata tak cukup untuk membuat Fidel Castro gentar melawan negara simbol kapitalisme dan imperialisme tersebut.