Fidel Castro, sang Penantang Amerika
- Desmond Boylan/Reuters
Menurut pejabat Kuba, sebanyak 638 upaya pembunuhan dilakukan selama Fidel Castro berkuasa di Kuba dari 1959-2008. Dan dilansir laman Independent Journal Review, upaya pembunuhan itu mulai dari penembak jitu hingga dengan cara meracun. Namun, semuanya gagal.
Tentu saja upaya penggulingan Fidel Castro yang paling dikenang adalah peristiwa Teluk Babi pada 1961. Saat itu, Amerika Serikat menyokong ribuan rakyat Kuba yang terusir dengan melakukan invansi melalui Teluk Babi. Namun, hal ini berhasil dimentahkan Fidel Castro.
Ya, sejak menyatakan perang dengan Amerika Serikat dan kena dampak embargo ekonomi, Kuba tak dipungkiri memang sedikit kerepotan. Bahkan, banyak yang menduga saat itu, Kuba akan hancur. Tak sedikit rakyat Kuba yang mencoba menentang Fidel Castro, meski akhirnya harus rela terusir dan terpenjara.
Fidel Castro tak tinggal diam. Meski terlihat kerepotan pasca Uni Soviet bubar, Fidel Castro tak kehilangan akal. Serangan balik diberikan dengan menggalang aliansi bersama negara-negara Amerika Latin yang berhaluan sama seperti Venezuela. Selain ideologi, Fidel Castro juga mencoba untuk membangun kerja sama dengan sekutunya guna memulihkan perekonomian.
Hal itu pula yang membuat Fidel Castro sangat dekat dengan mendiang Presiden Venezuela, Hugo Chavez. Bahkan, keduanya dianggap sebagai simbol anti Amerika oleh beberapa negara Amerika Latin seperti Bolivia hingga Brasil.
Soekarno, guru revolusi Fidel Castro
Meninggalnya Fidel Castro juga berhasil membangunkan sebuah memori kedekatan sosok kontroversial asal Kuba ini dengan presiden pertama Indonesia, Soekarno. Cerita itu berawal dari kunjungan Soekarno ke negara Kuba pada 1960.
Soekarno lah yang memberikan wejangan kepada Fidel Castro tentang konsep-konsep revolusi, yakni sebuah negara tak boleh tergantung dengan negara lain. Wejangan ini pula yang membuat Fidel Castro mengeluarkan Undang Undang Kesejahteraan Umum, yakni kesehatan dan pendidikan digratiskan di Kuba.
Kedekatan Soekarno dan Fidel Castro ini juga dibenarkan Wakil Presiden, Jusuf Kalla, yang tak lupa mengirimkan ucapan belasungkawa untuk rakyat Kuba.
"Kita semua dan pemerintah Indonesia menyampaikan turut berduka yang mendalam atas meninggalnya Fidel Castro. Fidel adalah teman dekat Bung Karno, sekaligus merupakan sahabat yang baik," kata JK di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.