Perampokan Pulomas, Duka di Penghujung 2016
- VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar
Dari Ramlan Butarbutar, petugas menyita uang tunai Rp6,3 juta, jam rolex, topi hitam, dua telepon ganggam merek Samsung, satu Blackberry, dua kunci motor dan kemeja putih gading yang dipakai saat beraksi di Pulomas.
Sementara dari Erwin Situmorang, polisi sita uang tunai Rp3,4 juta, empat lembar uang Thailand, dua telepon genggam, STNK motor, tas dan topi.
Pengejaran terus dilakukan terhadap dua pelaku lain yang teridentifikasi bernama Yuspane dan Sinaga. Peran mereka juga sudah diketahui. Selain ikut masuk, satu pelaku ini yang menyediakan seluruh kebutuhan untuk beraksi. Mulai dari senjata api sampai kendaraan yang digunakan.
Dari tiga senjata api yang terdeteksi melalui CCTV saat kelompok ini beraksi, saat ini ada pada dua tersangka yang masih buron. Satu orang yang diperkirakan adik dari Ramlan dibawa ke Polda Metro Jaya untuk diperiksa. Dia membantu Ramlan bersembunyi.
Hingga malam, lokasi penangkapan Ramlan dan Erwin masih dipenuhi warga. Mereka ingin melihat lebih dekat meski kedua tersangka sudah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Ramlan tewas karena kehabisan darah akibat luka tembak di paha.
Harapan Keluarga Terjawab
Peristiwa keji pada penghujung 2016, terjadi di rumah mewah Jalan Pulomas Utara 7A, Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur. Rumah ini milik Ir Dody Triono, arsitek dan pengusaha properti yang sukses. Dody ikut menjadi korban meninggal dalam peristiwa perampokan di rumahnya pada siang bolong itu.
Total ada enam korban meninggal karena ulah tidak mengenal kasihan dari Ramlan Pincang dan kelompoknya. Mereka mengumpulkan 11 korban dalam kamar mandi khusus pembantu dengan ukuran 1,5 x 1,5 meter.
Dalam kondisi sesak, mereka dikunci dari luar. Gagang pintu dihancurkan. Kelompok ini ingin lari jauh sebelum ada orang yang mengetahui perampokan di rumah mewah itu.
Selain Dody, dua putri dari istri keduanya, Diona Arika Andra Putri (16 tahun) dan Dianita Gemma Dzalfayla (9), serta Amalia Calista Putri Pahlevi (10) teman anak korban, ikut meninggal. Dua korban lagi adalah Yanto dan Tasrok (40), sopir keluarga ini.