Kepungan Bencana di Tahun 2016
- ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
"Kemudian, BNPB fokus pada pembangunan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di banyak daerah," terang Sutopo.
Sutopo menambahkan, dengan tingginya potensi bencana di Indonesia, BNPB berharap peningkatan anggaran untuk penanggulangan bencana. Dengan dukungan dana Rp4 triliun saat ini, BNPB merasa masih perlu ditingkatkan sebagai antisipasi dari kemungkinan bencana yang terjadi. "Karena ancaman bencana dan dampak bencana makin meningkat," imbuhnya.
Prediksi Bencana 2017
Di tahun 2017, BNPB memprediksi sejumlah bencana akan masih terus terjadi. Meski demikian, BNPB tidak bisa memprediksi besar dan kecilnya bencana yang akan terjadi tersebut. Sebab, besar kecilnya bencana yang ditimbulkan tergantung dari besaran atau magnitude penyebab bencana.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), tahun 2017 diprediksi musim normal. Tidak ada penguatan El Nino (yang menyebabkan curah hujan menurun sehingga menimbulkan kekeringan) dan tidak ada fenomena penguatan La Nina (yang menyebabkan curah hujan meningkat).
"Selama Januari, Februari dan Maret 2017 diprediksi curah hujan normal, bahkan di beberapa tempat kondisinya di bawah normal sehingga ancaman banjir,longsor dan puting beliung akan berkurang," terang Sutopo.
Kendati begitu, bencana hidrometerologi (banjir, longsor dan puting beliung) diprediksi masih akan mendominasi bencana selama 2017. BMKG memperkirakan puncak bencana hidrometeorologi terjadi pada Januari-Februari 2017.
Yang menjadi kekhawatiran pemerintah, jutaan masyarakat Indonesia masih terpapar dari ancaman bencana. Alasannya, masyarakat itu tinggal di daerah-daerah yang rawan bencana. "Ini salah satu dampak dari kemampuan mitigasi, baik struktural dan non struktural kita yang masih terbatas," kata Sutopo.
Misalnya, gempa bumi masih mengancam 368 kabupaten/kota se-Indonesia dengan 148,4 juta jiwa. Tsunami mengancam 3,8 juta jiwa di 233 kabupaten/kota. Erupsi gunung api mengancam 75 kabupaten/kota dengan 1,2 juta jiwa.
Banjir mengancam 315 kabupaten/kota dengan 63,7 juta jiwa. Longsor masih akan mengancam 274 kabupaten/kota dengan 40,9 juta jiwa. Gelombang tinggi dan abrasi mengancam 11,1 juta jiwa.
Untuk gempa bumi, diprediksi masih akan terjadi selama 2017. Dengan rata-rata setiap bulan ada sekitar 450-500 kejadian gempa di Indonesia. Karena itu, perlu diwaspadai gempa-gempa di Indonesia bagian timur yang kondisi seismisitas dan geologinya lebih rumit dan kerentanannya lebih tinggi.