Akhir Pelarian Buron Perampok Pulomas
- VIVA.co.id / Irwandi
VIVA.co.id – Saat keluarga lain sedang menikmati libur panjang Natal dan tahun baru, keluarga Dody Triono justru berduka.
Tiga anggota keluarga mereka, yakni Dody, anak pertama Diona Arika Andra dan Dianita Gemma, tewas kehabisan oksigen di kamar mandi yang terkunci dari luar.
Kejadian ini bermula saat rumah mereka di Pulomas, Jakarta Timur, didatangi kawanan perampok yang berjumlah empat orang, Selasa 27 Desember 2016 lalu.
Dipimpin oleh Ramlan Butarbutar, kawanan perampok itu masuk dari pintu gerbang yang tidak tertutup. Berbekal senjata api dan senjata tajam, mereka memaksa penghuni rumah yang berjumlah 10 orang masuk ke kamar mandi tanpa ventilasi.
Salah satu perampok, Ridwan Sitorus alias Ius Pane, naik ke lantai dua rumah mewah tersebut. Di atas, ia bertemu dengan Diona. Gadis berusia 16 tahun itu diseret Ius ke lantai bawah.
Bahkan, Ius juga sempat melayangkan beberapa pukulan ke Diona, karena memberontak dan berteriak saat dipaksa turun. Rambut Diona dijambak agar mau menuruti kemauan Ius turun ke lantai bawah.
![]()
Dody Triono, pemilik rumah sekaligus korban dari perampokan di Pulomas (Foto: Instagram)
Setelah semua penghuni terkunci, mereka kemudian mencari barang-barang berharga yang ada di dalam rumah.
Nahas, saat hendak meninggalkan lokasi, Dody datang mengendarai mobil. Dengan cepat, Ius keluar dan menyambut kedatangan Dody.
Dengan santai, Ius kemudian menggandeng Dody masuk ke rumah, sembari mengancamnya dengan todongan pistol.
Dody kemudian bergabung dengan penghuni rumah lain di kamar mandi. Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, adalah ide Ius untuk memasukkan mereka ke kamar mandi.
Disekap selama belasan jam, enam dari 11 korban akhirnya tewas kehabisan oksigen. Anak kedua Dody, Zaneeta Kalila, dan beberapa asisten rumah tangga, berhasil diselamatkan.
Polisi buru pelaku
Setelah mendapat laporan adanya perampokan yang berujung pada tewasnya korban, pihak kepolisian langsung melakukan pengejaran terhadap tersangka.
Dua tersangka, yakni Ramlan dan Erwin Situmorang, disergap saat bersembunyi di sebuah kontrakan di Rawalumbu, Bekasi. Penangkapan ini hanya berselang satu hari para korban ditemukan.