Semarak Imlek dalam Kesederhanaan

Ilustrasi Tahun Baru Imlek.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

Ribuan lampion menyambut Imlek di kota Solo, Jawa Tengah

img_title 5 Kuliner Khas Cap Go Meh 2022 dan Makna yang Ada di Dalamnya

Perayaan Imlek di Manado, Sulawesi Utara hari ini, tampaknya juga tak kalah semarak. Betapa tidak, sekitar 2.000 turis asal Tiongkok diperkirakan meramaikan perayaan tahun baru China tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain Imlek, para turis itu juga akan mengikuti acara Cap Go Meh, dan Tulude (budaya Sangihe) di Manado mulai 28 Januari hingga 3 Februari 2017.

img_title Viral Pengunjung Mal Padati Perayaan Imlek di Bandung

Kegiatan tahunan ini sifatnya kolaborasi antara pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pariwisata RI, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, dan Pemerintah Kota Manado.

Lain lagi dengan di Surabaya, Jawa Timur. Lampion-lampion berkarakter shio dan light garden meramaikan Festival Imlek.

img_title Bikin Imlek Penuh Keberuntungan dengan 9 Bunga dan Tanaman Ini

Imlek Festival diSurabaya

Imlek Festival diSurabaya

Imlek juga menjadi momen yang tepat untuk berlibur dan mengunjungi kerabat di kota lain. Banyak yang merencanakan berlibur ke luar maupun dalam negeri. Berdasarkan data pemesanan tiket pesawat di Pegipegi, pada periode tahun baru Imlek 2016, ada lima kota yang menjadi destinasi favorit.

Dari lima kota ini, Jakarta menduduki peringkat pertama sebesar 50 persen, disusul Surabaya sebanyak 22 persen, Medan 11 persen, Batam 9 persen, lalu Padang 8 persen.

Imlek dalam kesederhanaan

14 tahun sejak Imlek ditetapkan sebagai hari libur nasional, beragam respons datang dari warga keturunan Tionghoa di Tanah Air. Salah satunya Karel (24), warga etnis Tionghoa di Jakarta. Menurutnya, secara personal ia tidak merasakan dampak berarti, karena ia tetap harus bekerja di tahun baru Imlek.

“Saya tetap harus bekerja di hari itu, karena tempat kerja saya memang tidak ada libur, kecuali hari raya populer seperti Natal, tahun baru (Masehi) atau Lebaran. Selebihnya masih seperti biasa," ujar Karel saat ditemui VIVA.co.id di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat, 27 Januari 2017.

Meski begitu, wanita yang sehari-hari berprofesi sebagai barista itu mengatakan, dilihat dari konteks agamanya, sudah terlihat adanya toleransi dan penghormatan terhadap kultur Tionghoa yang memang berabad-abad sudah ada di Tanah Air.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dan ini hari besar agama Khonghucu yang hampir dua dekade diakui di sini. Semoga Imlek tahun ini berjalan sebagaimana mestinya, damai dan penuh kasih," katanya.

Seperti warga keturunan Tionghoa lainnya, Karel dan keluarga biasanya merayakan Imlek dengan mengunjungi sanak saudara, bagi-bagi angpao dan bersantap bersama sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki yang telah diterima di tahun sebelumnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut