Sengkarut Ujian Nasional Berbasis Komputer
- ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Dia mengatakan sebagaimana sempat dipantaunya di daerah pemilihan di Jambi, masih diperlukan sarana komputer dan listrik juga masih belum memadai.
“Sebagai contoh saya melihat di Jambi ada beberapa kabupaten yang belum bisa menerapkan ini karena sarana komputer belum ada dan yang kedua, listriknya menjadi sesuatu yang kurang dikoordinasikan,” kata Sultan Adil dari Fraksi Partai Gerindra beberapa waktu lalu sebagaimana diberitakan VIVA.co.id pada Kamis, 7 Maret 2016.
Namun dia mengatakan bahwa sekalipun masih ada kekurangan namun diharapkan pada pelaksanaan bertahap, selalu ada peningkatan kualitas penyelenggaraan UNBK hingga ujian itu akan ideal pada tahun 2018 nantinya sebagaimana ditargetkan oleh Kemendikbud.
Sementara termutakhir, soal UNBK yang berlangsung dalam dua hari terakhir, Anggota Komisi X Dadang Rusdiana turut menanggapinya. Dadang menyayangkan masih adanya keterbatasan jumlah komputer maupun laptop di sekolah-sekolah yang disebut siap menyelenggarakan UNBK.
Namun dia mengatakan bahwa harus disadari, hal ini tak lepas dari keterbatasan anggaran baik di pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk memberikan bantuan kepada sekolah.
“Sekolah milik pemerintah saja masih kekurangan komputer, apalagi di sekolah yang bukan milik pemerintah. Ini juga menjadi masalah karena tidak mungkin kalau terus membebankan pada orangtua siswa,” kata Dadang Rusdiana dari Fraksi Hanura, Selasa 4 April 2017.
Berkaca dari kekurangan ini, dia meminta pemerintah lebih serius memprioritaskan dunia pendidikan dan mencari solusi konkret penyelesaian kurangnya infrastruktur ujian nasional itu.
“Ini jadi PR pemerintah dan seluruh elemen sebenarnya ya. Ke depan kami minta pemerintah fokus membenahi kekurangan ini baik dari segi anggaran dan lainnya,” kata legislator tersebut.