TNI AU, Tol Udara, dan Poros Maritim
- Antara Foto/M N Kanwa/ via REUTERS
Jemi mengakui dengan luas geografis Indonesia, menjadi tantangan TNI AU. Rentan ancaman terhadap wilayah kedaulatan Republik Indonesia menjadi antisipasi TNI.
Selain menambah unit alutsista jet tempur, dalam Renstra MEF tahap dua, TNI AU menyiapkan fasilitas pendukung seperti membangun pangkalan udara di daerah perbatasan. Selain itu, menyiapkan rencana renovasi pelebaran landasan pacu.
"Kebijakan tol udara akan kami dukung yang masih menyangkut dari poros maritim dunia. Bagaimana tol udara dengan menyiapkan pangkalan udara di sejumlah daerah perbatasan," kata Jemi kepada VIVA.co.id, Jumat, 7 April 2017.
Selanjutnya...Deretan Alutsista Udara
Untuk ukuran modernisasi, TNI AU punya beberapa alutsista yang memang layak dikedepankan. Selain F-16, terdapat unit jet tempur Sukhoi Su-27/30. Deretan ini akan bertambah karena rencana mendatangkan Sukhoi Su-35 dari Rusia. Su-35 ini nanti akan menggantikan F-5E/F Tiger II.
Jemi Trisonjaya menjelaskan, kekuatan jet tempur TNI AU beberapa ada di Lapangan Udara militer Iswahyudi (Madiun), Lanud militer Roesmin Nurjadin (Pekanbaru), dan Lanud militer Sultan Hasanuddin (Makasar). Di Lanud Iswahyudi terdapat Skadron Udara 3 dengan 14 unit jet tempur F-16. Di Lanud Roesmin Nurjadin ada 19 jet F-16. Jumlah ini pada akhir tahun akan bertambah menjadi 24 unit F-16.
Kemudian, di Lanud Sultan Hasanudin terdapat 16 unit Sukhoi Su-27/30.
"Ini kan beberapa skadron akan ikut generasi 4,5 seperti F-5E Tiger akan menjadi FA-5, jadi air fighter attack. Nah, ada juga Sukhoi SU-35," tutur Jemi kepada VIVA.co.id, Jumat, 7 April 2017.
Jemi menambahkan, pesawat tempur lain seperti jenis T50, Super Tucano, Hawk 209 terdapat di Lanud Iswahyudi dan Adisutjipto (Yogyakarta). Ada juga C-130 Hercules, CN 295, EMB-314 di Lanud Adisutjipto. Beragam alutsista TNI terutama Sukhoi ini akan ditampilkan dalam perayaan HUT TNI AU ke-71, di Lanud Halim Perdanakusuma, Minggu besok.
Connie Rahakundini Bakrie menekankan, pembelian deretan alutsista jet tempur Indonesia masih cenderung ikut generasi modernisasi. Upaya ini tak diikuti dalam perawatan unit alutsista.
Padahal, aspek perawatan menjadi yang terpenting dalam ketahanan alutsista. Pemerintah diminta harus memperhatikan persoalan ini.