TNI AU, Tol Udara, dan Poros Maritim
- Antara Foto/M N Kanwa/ via REUTERS
Selanjutnya, terkait anggaran alokasi alutsista. Jika memang cita-cita dalam poros maritim dunia maka harus menjadi perhatian. Anggaran alutsista memang harus besar karena menyesuaikan kondisi negara Indonesia sebagai wilayah kepulauan.
"Kalau dalam setiap Renstra itu misalnya Rp130 triliun, masih ada catatan. Baiknya bagaimana, ya harus dibahas kembali untuk perbaikan ke depan," tuturnya.
![]()
Foto: Perwira TNI AU dalam Perawatan alutsista
Selanjutnya...Safari ke Lanud dan Tol Udara
Kejadian kecelakaan berulang kali menjadi catatan TNI AU. Menyadari pentingnya hal ini, TNI AU melakukan safari ke sejumlah pangkalan militer terkait sosialisasi keselamatan kerja perwira pilot TNI AU.
Belum lama ini, selama tiga hari, petinggi TNI AU berkunjung ke Lanud Iswahyudi, Lanud Sultan Hasanudin, dan Lanud Adisutjipto. Dalam kunjungan ini, dilakukan sosialisasi dan dorongan moral kepada perwira menengah yang bertugas sebagai pilot.
"Bagaimana kita selama tiga hari sosialisasikan tentang keselamatan kerja, kemudian aspek personelnya, aspek psikis. Jadi, kita membawa tujuan agar keselamatan kerja dalam penerbangan," tutur Jemi Trisonjaya.
Menurut Jemi, seorang perwira harus berani mengungkapkan alasan jika ada yang menghambat sebelum melakukan penerbangan pesawat tempur. Sosialisasi ini menyesuaikan imbauan dari kepala staf TNI AU.
"Bagaimana perwira menyampaikan pendapat ke seniornya dengan mekanisme sesuai dengan aturan yang ada. Baik junior ke senior atau dari junior kepada atasannya dalam arti kondisi tidak nyaman, untuk terbang," paparnya.
Selain itu, Jemi menjelaskan hal penting lainnya dengan komunikasi terkait perawatan mesin alutsista. Upaya ini berlaku untuk alutsista ringan maupun berat. Masalah ini menjadi catatan TNI AU. Apalagi rangkaian jatuhnya pesawat selama 2016.
Jemi juga menekankan TNI AU menyadari pentingnya perbaikan sarana seperti perluasan landasan pacu. Upaya ini juga melengkapi rencana memperbanyak pangkalan udara di daerah perbatasan. Rencana pangkalan udara di daerah perbatasan ini untuk mendukung tol udara sebagai cita-cita mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Â
Sejumlah daerah perbatasan sudah direncanakan untuk pembangunan termasuk perluasan renovasi pangkalan udara seperti Moratai (Maluku Utara), Kupang (NTT), dan Papua.