TNI AU, Tol Udara, dan Poros Maritim

Pesawat jet tempur Sukhoi TNI alutsista
Sumber :
  • Antara Foto/M N Kanwa/ via REUTERS

"Bagaimana maintenance yang kurang karena terbaikan. Kalau alutsista canggih tanpa perawatan ya percuma. Ini sistem yang harus diperbaiki ke depannya. Bukan ikut generasi 4, terus kalau sekarang lagi 4,5, ya jadi beli lagi," kata Connie.

img_title Prajurit TNI AD Tewas Dikeroyok di Penjaringan Jakut

Connie menambahkan, kesiapan anggaran besar untuk alutsista udara seharusnya menjadi perhatian. Jika hanya terbatas dan jumlahnya pun kurang dari anggaran perawatan, sulit menjaga kualitas alutsista bisa bertahan. Apalagi, selama ini, dalam perbaikan terutama jet tempur seperti Sukhoi, Indonesia masih tergantung dari negara pengimpor, Rusia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ya, memang ada paket dalam pembelian alutsista bersama mekaniknya. Tapi, transfer teknologi secepatnya harus dilakukan karena perlu penyerapan teknologi ini untuk ke depannya," tuturnya.

img_title Kodam: Rachel Vennya Dibantu Paskhas TNI AU saat Kabur Karantina

Selanjutnya...Pembaharuan Sistem

Meski punya sejumlah unit alutsista yang bisa menjadi andalan, perlu ada perbaikan sistem yang harus dimulai pemerintah RI. Salah satunya disarankan Kementerian Pertahanan memiliki roadmap dalam pemenuhan kebutuhan alutsista.

img_title Gawat, Jenderal Bintang 2 TNI Dipukuli Warga

Dalam peta alutsista, Kementerian Pertahanan harus punya kendali dalam perencanaan. Keinginan TNI AU dalam kebutuhan harus disesuaikan pemerintah dengan menyediakan anggaran.

"Karena kalau berdasarkan Renstra, ini kan di-lock Minimum Essential Force (MEF). Kementerian Pertahanan tak punya kendali dalam mengatur roadmap. Ini yang harus diubah," kata Connie.

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDIP Andreas Hugo Parreira mengatakan, pekerjaan rumah TNI AU sekarang mengubah citra kecelakaan jatuhnya pesawat. Pemahaman luas negara Indonesia harus diimbangi dengan dukungan sistem pertahanan udara yang memadai.

Perencanaan secara mandiri harus dimulai dengan diawali evaluasi alutsista TNI AU. Kecelakaan yang sering kali terjadi mencakup pesawat tempur harus menjadi catatan agar tak terulang.

"Ini yang harus dievaluasi. Dari perencanaan sampai pengadaan agar tak terjadi lagi kecelakaan," ujar Andreas, Jumat 7 April 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian, perlu adanya peningkatan sumber daya manusia TNI AU dalam transfer teknologi. Upaya ini perlu dilakukan agar Indonesia bisa belajar lebih cepat dalam mengejar teknologi. Ia juga sependapat perlunya Kementerian Pertanian sebagai pengatur roadmap dalam alutsista ke depan.

"Ini bagus juga untuk maintenance. Jadi peningkatan SDM harus dijadikan acuan," tuturnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut