Integrasi Tarif Tol, Solusi atau Merugikan?

Gerbang tol
Sumber :
  • VIVA.co.id/Mohammad Yudha Prasetya

Herry menyatakan, penerapan integrasi sistem jalan tol ini menggunakan skema subsidi silang antara pengendara jarak dekat dan jarak jauh. Pengguna jalan tol jarak dekat menyubsidi pengguna jalan jarak jauh.

img_title Siap-siap, 26 Februari 2022 Tarif Tol Dalam Kota Jakarta Naik Rp500

"Ada subsidi silang antara (pengguna jalan yang) satu sama yang lain. Artinya, (pengguna jalan tol) jarak jauh akan tersubsidi oleh (pengguna tol) yang jarak dekat. Harusnya pengguna jarak jauh bayar Rp8.500, sekarang jadi Rp7.000," kata Herry.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Skema subsidi silang pada tarif tol dinilai merugikan, karena menyebabkan pengguna jalan tol berjarak pendek harus membayar lebih mahal, demi menyubsidi pengguna jarak jauh. Namun, Herry berkelit bahwa penerapan tarif baru ini bukan upaya untuk mencari keuntungan bagi operator jalan tol, melainkan demi mengurai simpul kepadatan kendaraan, dan mendistribusikan transaksi jalan tol di sejumlah titik.

img_title Tarif Tol Jakarta-Surabaya Naik Mulai 19 Agustus 2021

Ia juga mengatakan, dengan diberlakukannya integrasi tarif tol ini, maka tahun depan tidak perlu ada lagi kenaikan biaya tarif tol. Integrasi ini juga sebagai upaya pemerintah dalam melakukan perubahan mekanisme sistem transaksi semacam itu.  

Herry mendesak Jasa Marga dan PT Marga Mandalasakti, selaku operator jalan tol Jakarta-Tangerang-Merak, untuk segera memperbaiki serta meningkatkan kualitas pelayanan mereka. Termasuk, di dalamnya berupa perbaikan kualitas jalan, penyediaan layanan informasi mengenai kondisi jalan tol bagi masyarakat, hingga kepada pemasangan CCTV, guna pemantauan kondisi lalu lintas di sepanjang jalur tol Jakarta-Merak tersebut.

img_title 17 Januari 2021 Jasa Marga Sesuaikan Tarif Tol di Enam Ruas

"Saya mendorong dengan keras (kepada pihak operator), agar aspek pelayanan juga bisa ditingkatkan, baik dari segi kondisi maupun yang sifatnya responsif. Termasuk, pelayanan dalam konteks informasi," kata Herry.

Pihak operator jalan mengklaim integrasi jalan tol Jakarta-Tangerang-Merak akan menghilangkan kemacetan dengan meniadakan transaksi di gerbang tol Karang Tengah, yang kerap memicu kemacetan hingga lima kilometer.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Diharapkan pelayanan dapat ditingkatkan dan kepadatan, khususnya segmen simpang susun Tomang-Tangerang Barat-Cikupa dapat dikurangi," kata Humas PT Marga Mandala Sakti, Indah Permanasari.

Pihak Jasa Marga pun mengakui bahwa dengan dibukanya Gerbang Tol Karang Tengah ini, dampaknya bisa mengurai kemacetan yang kerap mengular di jam-jam sibuk di kedua arah baik Jakarta maupun Merak.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut