Integrasi Tarif Tol, Solusi atau Merugikan?
- VIVA.co.id/Mohammad Yudha Prasetya
Herry menyatakan, penerapan integrasi sistem jalan tol ini menggunakan skema subsidi silang antara pengendara jarak dekat dan jarak jauh. Pengguna jalan tol jarak dekat menyubsidi pengguna jalan jarak jauh.
"Ada subsidi silang antara (pengguna jalan yang) satu sama yang lain. Artinya, (pengguna jalan tol) jarak jauh akan tersubsidi oleh (pengguna tol) yang jarak dekat. Harusnya pengguna jarak jauh bayar Rp8.500, sekarang jadi Rp7.000," kata Herry.
Skema subsidi silang pada tarif tol dinilai merugikan, karena menyebabkan pengguna jalan tol berjarak pendek harus membayar lebih mahal, demi menyubsidi pengguna jarak jauh. Namun, Herry berkelit bahwa penerapan tarif baru ini bukan upaya untuk mencari keuntungan bagi operator jalan tol, melainkan demi mengurai simpul kepadatan kendaraan, dan mendistribusikan transaksi jalan tol di sejumlah titik.
Ia juga mengatakan, dengan diberlakukannya integrasi tarif tol ini, maka tahun depan tidak perlu ada lagi kenaikan biaya tarif tol. Integrasi ini juga sebagai upaya pemerintah dalam melakukan perubahan mekanisme sistem transaksi semacam itu. Â
Herry mendesak Jasa Marga dan PT Marga Mandalasakti, selaku operator jalan tol Jakarta-Tangerang-Merak, untuk segera memperbaiki serta meningkatkan kualitas pelayanan mereka. Termasuk, di dalamnya berupa perbaikan kualitas jalan, penyediaan layanan informasi mengenai kondisi jalan tol bagi masyarakat, hingga kepada pemasangan CCTV, guna pemantauan kondisi lalu lintas di sepanjang jalur tol Jakarta-Merak tersebut.
"Saya mendorong dengan keras (kepada pihak operator), agar aspek pelayanan juga bisa ditingkatkan, baik dari segi kondisi maupun yang sifatnya responsif. Termasuk, pelayanan dalam konteks informasi," kata Herry.
Pihak operator jalan mengklaim integrasi jalan tol Jakarta-Tangerang-Merak akan menghilangkan kemacetan dengan meniadakan transaksi di gerbang tol Karang Tengah, yang kerap memicu kemacetan hingga lima kilometer.
"Diharapkan pelayanan dapat ditingkatkan dan kepadatan, khususnya segmen simpang susun Tomang-Tangerang Barat-Cikupa dapat dikurangi," kata Humas PT Marga Mandala Sakti, Indah Permanasari.
Pihak Jasa Marga pun mengakui bahwa dengan dibukanya Gerbang Tol Karang Tengah ini, dampaknya bisa mengurai kemacetan yang kerap mengular di jam-jam sibuk di kedua arah baik Jakarta maupun Merak.