Minahasa Merdeka, Haruskah?
- VIVA.co.id/Facebook@Ancient of Minahasa
"Mereka menguatkan pemerintah agar lebih tegas dalam menindak kelompok radikal yang intoleran maupun antipancasila. Jadi tidak ada warga Sulut yang ingin memisahkan diri,” kata Hilsar.
Sementara itu, Wakil ketua Komisi I DPR Hanafi Rais berpandangan bahwa sentilan soal Minahasa Merdeka, haruslah dipandang serius. Apalagi desas-desus itu dikaitkan dengan kasus yang membelit Ahok yang nun jauh di Jakarta.
"Mesti ditelusuri oleh aparat penegak hukum maupun intelijen. Siapa aktor di balik ini," kata Hanafi.
Atas itu, politikus Partai Amanat Nasional itu mengingatkan bahwa isu hendak memerdekakan diri janganlah dianggap remeh. Karena menurutnya hal ini bisa memicu gerakan di daerah lain.
"Jangan dianggap angin lalu. Karena potensi separatisme muncul dari yang kecil-kecil semacam itu," katanya.
![]()
FOTO: Aksi pengunjuk rasa di Bandara Samratulangi Manado menolak kedatangan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Sabtu (13/5/2017)
Sejauh ini, respons kepolisian diakui cukup dingin menghadapi isu yang beraroma makar ini. Kapolri Jenderal Tito Karnavian bahkan menganggap bahwa kabar Minahasa Merdeka sebagai sebuah ekspresi kekecewaan publik atas kesenjangan sosial di daerah.
Tito pun meyakini bahwa isu akan bisa diredam dan diselesaikan. Sebab, saat ini pemerintah telah berupaya menyamaratakan kesejahteraan di setiap daerah.
"Kita akan lakukan tindakan persuasif dulu kepada saudara-saudara di sana (Minahasa)" kata Tito.
Lalu bagaimana dengan sikap Presiden Joko Widodo? Di Istana Kepresidenan, gesekan yang meninggi di tingkat lokal itu ikut direspons oleh Jokowi.
Lewat pertemuan dengan tokoh lintas agama, Jokowi menyerukan agar tidak ada lagi segala bentuk tindakan yang mengganggu keutuhan NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.
Mantan Wali Kota Surakarta ini juga memastikan agar kepolisian dan TNI untuk bersikap tegas terhadap segala macam upaya yang bisa menimbulkan gesekan antar masyarakat.
"Jangan saling hujat karena kita adalah saudara. Jangan saling menjelekkan karena kita ini adalah saudara. Jangan saling fitnah karena kita ini adalah saudara. Jangan saling menolak karena kita ini adalah saudara," ujar Jokowi.