Siapa Layak Hadapi Teroris, TNI atau Polri?
- VIVAnews/Ikhwan Yanuar
Lalu muncul lagi teror bom bunuh diri di Mapolresta Surakarta, teror bom panci yang menggunakan perempuan untuk meledakkan diri di lingkungan Istana Negara.
Selanjutnya ledakan bom di Gereja Oikumene Samarinda, bom Cicendo Bandung dan terakhir yang bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu dan tentu saja ini belum tercatat dengan bentuk teror lain yang telah digagalkan sebelum beraksi.
FOTO: Evakuasi jenazah pelaku bom bunuh diri di Mapolresta Surakarta Jawa Tengah
Ya, praktik terorisme di Indonesia memang tak ada matinya. Karena itu dibutuhkan langkah serius yang lebih untuk mencegah dan menanganinya. Ini artinya siapa pun berkewajiban untuk mencegah dan mengawasi aksi terorisme. Tentunya dengan kewenangan lebih kepada Polri dan TNI.
Sejauh ini, DPR telah merespons positif usulan agar TNI untuk dilibatkan. Namun memang ada beberapa prinsip yang kini masih dalam pembahasan. Sebabnya, sejak lama secara praktik TNI memang sudah termaktub dalam penanganan terorisme. Karena itu dibutuhkan frasa yang jelas sejauh mana kewenangan TNI untuk terlibat menangani teroris ke depannya.
"Peran TNI dikhawatirkan justru menegasikan sistem peradilan pidana yang berjalan selama ini," kata anggota Panitia Khusus DPR untuk RUU Terorisme Nasir Djamil.
Namun demikian, Nasir tetap mengakui bahwa teroris saat ini memang sudah masuk taraf mengkhawatirkan. Apalagi jika berkaca pada kasus teror di Marawi Filipina. Bisa dipastikan, peran Polri memang tak cukup untuk melakukan perlawanan terhadap teroris. "(Karena itu) Peran intelijen dan TNI perlu dilibatkan," kata Nasir.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Mulyono mengaku menyambut baik keinginan Presiden Jokowi dan respons positif DPR atas pelibatan TNI dalam tindak pidana teroris.
Dalam pernyataannya, TNI secara prinsip telah siap siaga jika memang ingin dilibatkan dalam penanganan teroris. Apalagi memang kondisi saat ini, apa yang menjadi teror dan lokasi teror sudah semakin meluas dan menimpa siapa saja.
"Kalau TNI AD dilibatkan, ikut saja. Teroris di mana, di hutan boleh. Tentara kan kalau di hutan makan saja. Tentara kalau di hutan itu segar, kaya hari Raya Idul Fitri," seloroh Mulyono mengisyaratkan kesiapan TNI menggulung pelaku teror.