Kenali Rubella Si Penyakit Menular Intai Janin

Ilustrasi vaksin.
Sumber :
  • Pixabay/Ann_San

"Imunisasi MR akan ditambahkan ke campak, tidak menambah suntikan baru. Sasarannya adalah anak dari usia sembilan bulan hingga 15 tahun," ujar Subuh.

img_title Bio Farma Tukar Pengetahuan Soal Vaksin Halal Dengan 32 Negara OKI

Imunisasi MR bersifat wajib, artinya setiap anak di bawah usia 15 tahun akan mendapatkan vaksin. Pemberian imunisasi pun tidak melihat status imunisasi sebelumnya, jadi meski sudah mendapatkan imunisasi campak, imunisasi MR tetap bisa diberikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tujuan imunisasi MR adalah untuk meningkatkan kekebalan terhadap campak rubella, cepat memutuskan transmisi campak rubella, menurunkan angka kesakitan, dan angka kejadian," ujarnya menjelaskan.

img_title Belum Halal, BPOM Siap Dampingi Pengembangan Vaksin

Kemenkes menargetkan, lebih dari 95 persen dari 34 juta sasaran imunisasi di tahun 2017,  yang dilakukan di enam provinsi, 119 kabupaten/kota di Pulau Jawa.

Imunisasi MR akan dilaksanakan dalam dua fase. Fase pertama dilaksanakan Agustus dan September 2017 di Pulau Jawa, di mana Agustus akan dilaksanakan di fasilitas pendidikan mulai dari PAUD, TK, hingga SMP.

img_title 12 Vaksin Anak Negeri yang Mendunia

Kemudian di bulan September akan dilaksanakan di luar sekolah seperti Posyandu, Puskesmas, dan layanan-layanan kesehatan. Sementara itu, fase kedua akan dilaksanakan pada tahun 2018 di seluruh Indonesia.

Selain itu, Subuh mengungkapkan bahwa pemberian vaksin MR ini tidak menambah atau mengubah vaksin yang ada sekarang.

Jadi, meski sebelumnya anak sudah mendapatkan imunisasi atau vaksin campak dan rubella, imunisasi MR tetap harus diikuti. Mengingat, mungkin saja pada saat imunisasi pertama kondisi anak sedang tidak kondisi yang baik, atau cara penyuntikan yang tidak tepat, sehingga efektivitas vaksin tidak optimal.

"Pemberian imunisasi ini wajib dan diatur dalam undang-undang. Juga tanpa melihat status imunisasi sebelumnya," ujar Subuh saat ditemui VIVA.co.id baru-baru ini.

Subuh menjelaskan, imunisasi MR merupakan rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO dan sudah menjadi komitmen global untuk membasmi virus campak rubella yang bisa memicu kecacatan dan kematian pada anak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes RI, dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH, Dsc, mengatakan imunisasi MR bisa menjadi jawaban bagi para ibu yang menunggu adanya vaksin MMR, atau Mumps Measles Rubella.

"MMR itu ada tiga vaksin dalam satu vaksin, tapi Mumps atau gondongan tidak membahayakan. WHO menganjurkan MR. Vaksin MR masih mahal karena masih diimpor. Jadi imunisasi MR ini adalah berita baik bagi para ibu," kata Jane.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut