Menanti Koalisi Baru SBY-Prabowo
- ANTARA FOTO/Kiki/IES
"Setelah makan nasi goreng yang luar biasa enaknya. Nasi goreng ini menyaingi nasi goreng Hambalang. Intelnya Pak SBY masih kuat, kelemahan Pak Prabowo itu nasi goreng, asal diberi nasi goreng, Pak Prabowo setuju saja," lanjut Prabowo melempar guyonan yang diikuti tawa sejumlah orang yang turut serta dalam pertemuan itu.
Koalisi baru tanpa nama
Dalam konferensi pers itu, SBY menyatakan pertemuannya dengan Prabowo bukanlah sesuatu yang sangat luar biasa. Dia menegaskan pertemuan antara tokoh politik seperti itu sangat dimungkinkan di negeri ini.
"Contoh Pak Prabowo beberapa kali bertemu dengan Presiden Jokowi, apakah di Istana atau di kediaman Pak Prabowo. Saya sekali dua kali bertemu dengan Presiden Jokowi," kata SBY.
Menurut SBY, pertemuan antara tokoh politik, pemimpin partai politik adalah sesuatu yang biasa. Dia melihat menjadi luar biasa karena terjadi setelah 21 Juli yaitu ketika DPR mengesahkan Undang-Undang Pemilu.
"Dalam rapat paripurna DPR, Partai Gerindra, Demokrat, PAN dan PKS berada dalam satu kubu dalam tanda kutip yang tidak menyetujui dikukuhkannya rancangan UU Pemilu yang sekarang sudah sah karena sudah disetujui oleh DPR. Barang kali itu yang jadi berita," kata SBY lagi.
Oleh karena itu, ketika berada di luar negeri, dan ada yang menginginkannya bertemu dengan Prabowo, dia menyambut dengan baik. Alasannya, komunukasi di antara tokoh-tokoh politik dengan tujuan dan niat yang baik adalah baik adanya. "Mudah-mudahan rakyat mengetahuinya, negara juga mendengarkannya," tuturnya.
SBY juga telah sepakat dengan Prabowo untuk terus mengawal negara ini, perjalanan bangsa Indonesia. Tindakan itu dilakukan berdasarkan kapasitas yang mereka miliki saat ini.
"Dari posisi kami, agar negara ini, perjalan bangsa ini mengarah pada jalan yang benar," kata SBY.
SBY menuturkan pengawasan diperlukan agar apa yang dilakukan oleh negara benar-benar dilakukan untuk kepentingan rakyat. Bukan untuk kepentingan kelompok atau individu-individu tertentu. "Bagi kami wajib untuk mengawal bangsa yang kita cintai ini," ujarnya.
Lantas, pengawalan seperti apa yang dimaksud? SBY pun memberikan penjelasan.