Kekurangan Garam di Negeri Pantai
- ANTARA FOTO/Saiful Bahri
"Harga garam dahulu kan murah sekali, tak seimbang dengan tenaga dan biaya yang harus dikeluarkan," ujarnya.
Sementara itu, untuk petani garam dari Madura, kata Subiyanto, terkendala musim kemarau basah sehingga kesulitan untuk memproduksi garam dalam jumlah banyak.
"Dua faktor itu yang bikin harga garam mahal. Alih profesi dan cuaca yang tidak bersahabat," ujarnya.
Harga garam di tingkatan petani, mengalami kenaikan yang signifikan saat ini. Harga eceran tertinggi garam rakyat mencapai Rp3,5 juta per tonase. Naik tiga sampai enam kali lipat dari musim panen 2015 lalu. Kala itu, harga garam per tonasenya hanya mencapai Rp400-500 ribu rupiah.
Salah satu petani garam di Kabupaten Sumenep, Madura, Adi Pranoto mengakui, petani garam ragu melakukan produksi saat ini. Petani khawatir akan buruknya cuaca akibat kemarau basah yang terjadi. Â
Dia menceritakan pada 2016 lalu, hampir semua petani garam mengalami gagal panen kemarau basah. Menurutnya, pengolahan air laut menjadi garam sangat mengandalkan faktor cuaca.
"Para petani merasa cemas untuk melakukan produksi secara konvensional,"Â jelas Adi Pranoto.Â
Ketua Umum Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI) Tony Tanduk ketika berbincang dengan VIVA.co.id, Senin 31 Juli 2017 memahami keluhan petani tersebut. Menurutnya, untuk bertani garam secara konvensional pada musim kemarau basah dengan curah hujan tinggi saat ini, kurang menguntungkan.Â
"Curah hujan harus kecil, kehujanan itu hilang garamnya," tambahnya. Â
Sementara itu, jika menggunakan teknologi yang canggih, biaya produksinya akan tinggi. Akibatnya harga yang dibebankan ke konsumen pun harus dinaikkan. Melihat kondisi saat ini menurutnya, tidak herah jika para petani beralih provesiÂ
"Kalau kita mau usaha kan dilihat, kelayakan teknis dan keekonomisan. Alih profesi bisa saja," tambahnya. Â
Luasnya lautan tak jadi jaminan
Lebih lanjut menurut Tony, saat ini kebutuhan garam baik konsumsi dan industri sekitar 4,1 juta ton, sementara itu produksi garam nasional tercatatat hanya sekitar 1,8 juta ton. Hal itu menunjukan, luasnya lautan RI tak jadi jaminan produksi garam melimpah.
Indonesia diketahui memiliki panjang garis pantai terpanjang kedua di dunia. Selain itu, sebagai negara kepulauan dengan luas lautan yang besar dan intensitas tinggi sinar matahari, produksi garam secara teori bukanlah hal yang sulit.Â