Rindu Lagu Anak

lagu anak.
Sumber :
  • http://sayangianak.com/download-lagu-anak-anak-gratis-di-marinyanyi/

Dia menilai, persepsi tentang anak-anak hari ini dan lagu-lagu yang harus disediakan untuk menemani masa kecil mereka, sangat berbeda dengan persepsi anak-anak yang dikenal selama ini. Sebab, sudah banyak 'anak-anak ajaib' di masa saat ini, yang harus disikapi berbeda pula sesuai perkembangan zaman yang ada.

img_title Rian DMasiv Perkenalkan Abella Lewat Single Tick Tock, Siap Hidupkan Musik Anak Indonesia

"Mungkin orang berpendapat kalau anak kecil hanya bisa mengingat lagu-lagu sederhana. Tapi sekarang kan sudah banyak prodigy (anak ajaib). Banyak anak umur enam tahun, tapi main drumnya luar biasa kayak sudah umur 30 tahun, pemain piano pun demikian. Jadi harusnya mereka-mereka ini kan jadi tanda bahwa generasi sudah berubah," kata Tohpati.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Oleh karenanya, Tohpati menekankan perlunya mengembangkan segala bentuk inovasi dalam upaya penciptaan dan pelestarian lagu anak-anak. Upaya ini agar bisa mengejar perubahan yang terjadi di kehidupan anak-anak zaman sekarang dan segala dinamikanya.

img_title Musik Anak Indonesia Mendunia Lewat Duo The Candy Beats Sisters dan Album Perdana Miel Caerol

"Jadi selain nada dan lirik, musik juga harus dikembangkan. Bagaimana agar cara penyampaian lagu ini sampai ke anak-anak, jangan hanya memperhatikan melodi dan lirik, tapi musiknya juga diinovasi, karena zaman sudah berubah," ujarnya.

Chicha Koeswoyo juga berpendapat senada. Pemerintah, menurut dia, harus mengambil peran cukup signifikan, karena budaya lagu anak-anak yang semakin tergerus oleh berbagai platform media sudah cukup mengkhawatirkan.

img_title Gen Zigma Debut Lewat Adikku Sayang di Hari Anak Nasional 2025

"Harapannya, dengan semakin banyak pihak yang peduli akan lagu anak-anak di Indonesia, pemerintah bisa mengambil peran yang signifikan untuk ikut berupaya mengembalikan budaya tersebut," kata Chicha.

Lalu, bagaimana pemerintah menanggapi hal tersebut? Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid, mengatakan bahwa lagu-lagu anak saat ini tak masuk dalam kurikulum di sekolah-sekolah. Hilmar Farid mengakui, saat ini lagu anak-anak memang sudah sangat terpinggirkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sayangnya tidak (masuk ke kurikulum pendidikan). Ini saya jujur saja, karena kurikulum untuk pelajaran seni memang disebutkan, tapi dalam pelaksanaannya diserahkan kepada pihak sekolah sebagai pelaksananya," kata Hilmar.

Dia mengatakan, saat ini kementerian sudah mulai merintis langkah-langkah ke arah tersebut, dengan mendahulukan aksi nyata dengan langsung terjun ke sekolah-sekolah. Upaya ini diakui Hilmar segera disusul dengan pembuatan kebijakan, setelah langkah di sekolah-sekolah nasional menjadikan lagu anak-anak sebagai salah satu materi kurikulum itu bisa terwujud lebih dulu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut