Rindu Lagu Anak
- http://sayangianak.com/download-lagu-anak-anak-gratis-di-marinyanyi/
"Sesegera mungkin (harus ada upaya pelestarian). Karena kan lagu anak sudah langka,” tuturnya.
Menurut dia, kondisi itu lebih mengkhawatirkan, karena mungkin lagu-lagu seperti Burung Kakak Tua, Balonku, hingga Desaku, yang tahu sekarang hanya angkatan 25 tahun ke atas. “Di bawah itu mereka kayaknya sudah pada enggak tahu. Anak saya SMA kelas satu enggak tahu lagu Desaku," ujar Tohpati.
Pemilik nama lengkap Tohpati Ario Hutomo itu menilai, lagu-lagu anak yang kini hanya dikenal oleh sebagian segmentasi umur itu, suatu saat akan menghilang, seiring dengan menghilangnya generasi yang sempat tahu akan lagu-lagu tersebut.
"Jadi sebenarnya, kalau generasi saya sudah punah, lagunya juga bisa ikut punah. Seharusnya lagu-lagu anak yang sudah ada sejak dulu itu disosialisasikan lagi dan dilestarikan ke anak-anak sekarang," kata Tohpati.
Oleh karena itu, selain upaya menciptakan lagu anak-anak terbaru, pemerintah melalui institusi pendidikan harus segera melakukan berbagai upaya pelestarian lagu anak-anak yang sudah ada. Upaya itu agar anak muda generasi mendatang bisa turut menjalankan estafet pengetahuan dan penciptaan lagu anak-anak tersebut di masa mendatang.
"Menurut saya, tanya saja anak-anak SMA sekarang, mereka itu banyak yang enggak tahu lagu-lagunya AT Mahmud misalnya. Jadi, baik juga menciptakan kembali lagu anak-anak yang baru, tapi juga jangan lupa mengenalkan lagu-lagu anak yang lama," ujarnya.
Selanjutnya, Peran Pemerintah
Peran Pemerintah
Tohpati menegaskan, upaya penciptaan dan pelestarian lagu anak-anak, peran pemerintah sangat dibutuhkan sebagai pihak sentral. Peran pemerintah dinilai sangat penting.
"Oh iya dong, peran negara sangat sentral dalam hal ini. Bagaimana caranya bisa tersosialisasikan dan pemerintah mau dukung, ya kontennya, visinya itu, yang bergerak sekarang ini harus jelas banget, termasuk positif-negatifnya," ujar Tohpati.
Namun, dia juga mengaku, seiring dengan perubahan zaman, upaya penciptaan lagu-lagu anak harus disesuaikan dengan kondisi saat ini.
"Sebenarnya kan zaman sudah berganti, musik pun demikian. Jazz sudah enggak swing-swing banget. Jadi menurut saya, lagu anak pun harus ada penyesuaiannya. Mungkin kualitas manusia sekarang sudah beda dengan dulu," ujarnya.