Terbanglah Drone Sebelum Dilarang
- VIVA.co.id/Lazuardhi Utama
Meski begitu, Joko menilai batas maksimal terbang itu diperuntukkan bagi yang hobi saja, tapi tidak cukup untuk drone yang bertugas melakukan pengawasan dan pemetaan.
![]()
Drone Spark.
"Karena di atas itu (150 meter) harus ada izin khusus. Makanya, harus dipisahkan, mana yang untuk hobi dan mana kepentingan negara," tutur Joko.
Di luar negeri, drone bahkan sudah dirancang agar mampu mendarat di dinding hingga menerbangkan pesawat komersial. Para teknisi dari Createk Design Lab di Université de Sherbrooke, Quebec, Kanada, merancang Multimodal Autonomous Drone atau S-MAD.
Pesawat tanpa awak ini mampu mendarat, menempel atau bertengger, hingga lepas landas di dinding vertikal seperti tembok. Akan tetapi, drone ini tidak diciptakan untuk menjadi mata-mata.
Sebagai gantinya, tim Sherbrooke menyatakan S-MAD suatu hari nanti dapat digunakan untuk melaksanakan tugas lain, seperti pemantauan udara setelah gempa bumi atau membantu inspeksi bangunan.
Diberitakan oleh Motherboard, S-MAD dapat mendarat secara vertikal karena dilengkapi dengan sensor rentang deteksi dinding (wall detection range sensor).
Sensor ini membantu untuk mengetahui waktu gerak ke atas guna mengantisipasi permukaan vertikal. S-MAD juga memiliki mikroskop penggenggam yang memungkinkannya melekat pada dinding, begitu mesin ini membuat kontak.
Selanjutnya, Hemat Rp393Â Triliun
Hemat Rp393Â Triliun
Lalu, bagaimana dari sisi efektivitas penggunaan drone ini? Apakah dapat diterapkan untuk setiap layanan yang dibutuhkan masyarakat?
"S-MAD terinspirasi oleh burung dan tupai terbang. Drone ini punya kemampuan untuk bertengger di permukaan vertikal yang kasar dengan menggunakan serangkaian tulang belakang mikronya. Hal ini dapat dilakukan dalam berbagai kondisi cuaca berbeda," ungkap salah satu pencetusnya, Profesor Alexis Desbiens.
Adapun, penerbangan tanpa pilot menjadi hal yang mungkin di masa depan dengan adanya beberapa pengujian penerbangan tanpa awak. Namun, menurut sebuah studi yang dilakukan bank Swiss, UBS, menunjukkan, publik masih banyak yang belum siap untuk memanfaatkannya.
Mengutip The Verge, dari 8 ribu responden yang disurvei UBS, lebih dari setengahnya mengatakan, mereka tidak mau bepergian dengan pesawat tanpa pilot.