Menggenapi Ganjil Genap
- Twitter/@Google_IDN
VIVA.co.id – Masalah pelik lalu lintas Ibu Kota DKI Jakarta adalah kemacetan di jalanan. Banyaknya kendaraan bermotor namun tak diimbangi dengan volume ruas jalan di Ibu Kota membuat hari-hari di Jakarta masih terus disesaki kemacetan, terutama di jalan protokol.Â
Salah satu terobosan pemerintah DKI Jakarta untuk mengatasi kemacetan tersebut adalah pemberlakuan sistem pelat nomor ganjil genap di ruas jalan protokol yaitu Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin, Jalan Sudirman.Â
Aturan ganjil genap ini telah berlaku sejak setahun lalu, 30 Agustus 2016. Ganjil genap dipilih pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menggantikan kebijakan pembatasan kendaraan bermotor di jalan protokol dengan skema ‘Three in One’. Kebijakan ‘Three in One’ dipandang tak efektif untuk menekan kemacetan lalu lintas di jalan protokol.
Pemprov DKI memang menginginkan agar kebijakan tersebut bisa efektif, dan ternyata berdasarkan survei Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta atas uji coba aturan ganjil genap selama sebulan sebelum diberlakukan, punya dampak bagus bagi kondisi lalu lintas Jakarta.Â
Laporan evaluasi aturan itu menyebutkan, waktu tempuh kendaraan di ruas jalan protokol mencapai 19 persen. Menurut Dishubtrans DKI Jakarta, kecepatan kendaraan juga meningkat rata-rata 20 persen dari sebelum adanya uji coba aturan ganjil genap. Selain itu, secara keseluruhan terjadi penurunan volume arus kendaraan, yakni rata-rata sekitar 15 persen yang teramati dari empat titik pengamatan.
Cara Pemprov DKI Jakarta menyelesaikan problem kemacetan di ruas jalan utama Ibu Kota dengan aturan ganjil genap mendapat perhatian dari aplikasi navigasi lalu lintas, Waze. Aplikasi milik Google itu turut bergerak mendukung penyelesaian permasalahan lalu lintas di Jakarta. Wujudnya Waze bekerja sama dengan sistem kota pintar Jakarta Smart City.Â
Salah satunya adalah lahirnya platform Connected Citizens yang dipakai oleh sistem Jakarta Smaty City. Dia menuturkan, platform itu dimanfaatkan sistem kota pintar Jakarta untuk memantau dan mengevaluasi titik ganjil genap yang berlaku di beberapa ruas jalanan Jakarta.
Director of Growth for Waze, Di-Ann Eisnor mengatakan, aplikasi navigasi Google itu selalu ingin menjadi solusi dalam masalah lalu lintas di kota besar di Indonesia.