Nafas Panjang Pertamina dari Blok Mahakam

Tempat pengolahan minyak dan gas bumi di Blok Mahakam, Kutai Kartanegara
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

VIVA – Mulai 1 Januari 2018, PT Pertamina resmi mengambil alih pengelolaan Blok Mahakam dari operator sebelumnya, yaitu Total E&P Indonesie atau TEPI dengan masa kontrak hingga 31 Desember 2037.

img_title Keberhasilan Pengelolaan Blok Migas Raksasa oleh Pertamina, Simbol Kebangkitan Energi Nasional

Melalui anak usahanya, PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), perusahaan plat merah Tanah Air yang fokus di sektor energi ini berkomitmen menjaga produksi minyak dan gas di blok yang berlokasi di Kalimantan Timur tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengelolaan Blok yang masih menyisakan cadangan sekitar 57 juta barel minyak tersebut diklaim Pertamina siap dilakukan 100 persen tanpa bantuan mitra dan dibantu 10 persen dari participating interest (PI) dari BUMD.

img_title Begini Dampak Insentif Pemerintah ke Pertamina Hulu Mahakam Demi Jaga Produksi Migas Lapangan Tua

Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam mengatakan selama masa peralihan Pertamina telah melakukan berbagai upaya dan koordinasi dengan semua pihak terkait.

Menurut dia, Pertamina melihat amanat Pengelolaan Wilayah Kerja (WK) Mahakam sebagai tugas negara yang akan dijalankan dengan sebaik-baiknya sesuai tugas pokok dan fungsi Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara.

img_title Pertamina Hulu Mahakam Alirkan Gas Perdana di Anjungan WPN-4

Pengelolaan akan dilaksanakan dengan menjaga produksi WK Mahakam yang telah melewati masa puncak produksi reservoirnya yaitu pada 2003-2009, mengontrol biaya operasi dan tetap mengedepankan QHSSE (Quality, Health, Safety, Security and Environment) dalam operasionalnya.
 
“Sebagai komitmen menjaga kesinambungan operasi dan produksi, sampai hari ini Pertamina telah mengebor 14 sumur dan akan menyelesaikan sumur ke-15 dalam beberapa hari ke depan," jelas Syamsu dalam keterangan tertulisnya, Selasa 2 Januari 2018.

Selain itu, lanjut Syamsu, komitmen jaga kesinambungan operasi dilakukan dengan transfer pekerja TEPI menjadi pekerja PHM yang mencapai 98,23 persen, penyesuaian kontrak kerja untuk 530 kontrak eksisting dengan pihak ketiga dengan nilai US$1,27 miliar.
 
Tak cukup hanya di situ, Syamsu menuturkan sejumlah upaya pengeboran yang dilakukan Pertamina di Blok Mahakam juga telah berhasil dilakukan. Di mana biaya pengeboran sumur tercatat lebih efisien 23 persen terhadap anggaran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lalu, mencatat waktu pengeboran lebih cepat 25 persen, mendapatkan potensi penambahan cadangan hingga 120 persen serta peroleh tambahan ketebalan reservoir hingga 115 persen.

Berdasarkan data SKK Migas, per November 2017, WK Mahakam berproduksi minyak dan kondensat sebesar 52 ribu barel minyak per hari dan 1.360 juta kaki kubik gas bumi per hari.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut