Viva.co.id: Berita Hari Ini Terbaru Terkini dan Terpopuler

img_title

Ir. Muhammad Hatta Rajasa

18 Desember 1953
s/d
Sekarang
img_title img_title
Berawal ingin jadi dosen, pria kelahiran Palembang ini terpaksa menjadi pengusaha karena tuntutan kebutuhan keluarga. Sukses di dunia usaha, Hatta Rajasa terjun ke politik. Sejumlah jabatan pun diraihnya. Dari anggota DPR, ketua partai, hingga Menteri Koordinator Perekonomian.

Muhmmad Hatta Rajasa alias Hatta lahir di Palembang, Sumatera Barat, 18 Desember 1953 dari pasangan H. Muhammad Tohir dan Hj. Aisyah binti Alaydrus. Ia anak ke kedua dari 12 bersaudara. Ayahnya seorang tentara yang kemudian berhenti dan memilih menjadi PNS sedangkan ibunya adalah  ibu rumah tangga.

Sejak kecil Hatta sudah diajarkan hidup disiplin dan mandiri. Saat di SMP dan SMA dia sudah berpisah dengan orang tuanya. Dia tinggal dan sekolah di Palembang sedangkan orang tuanya di Ogan Komering Ilir. Jarak yang cukup jauh sekitar 100 km antara Ogan Komering Ilir dan palembang.

Lulus SMA, Hatta kembali hidup jauh dari orang tuanya. Ia kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Sewaktu kuliah, Hatta terbilang aktif di organisasi dan dia menjabat wakil ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Perminyakan ITB (HMTP) dan Senator Mahasiswa ITB.

Selain itu, ia juga aktivis Masjid Salman Bandung, bahkan jauh sebelum itu aktif di Pelajar Islam Indonesia (PII). Lulus kuliah, Hatta sebetulnya ingin menjadi dosen, tapi  kandas karena lebih memilih membantu orang tua dan saudara-saudaranya, dia memilih menjadi pengusaha.

Hatta lalu memulai kariernya pada usia 24 tahun sebagai teknisi lapangan di PT Bina Patra Jaya pada 1977-1978. Pada tahun 1980, ia dipercaya menjadi wakil manajer teknis di sebuah perusahaan pengeboran minyak, PT Meta Epsi.

Kariernya terus melesat pada usia 29 tahun, dia sudah menjadi presiden direktur PT Arthindo. Dia menduduki posisi ini dari tahun 1982 hingga 2000.

Sukses di dunia perminyakan, dia mulai tertarik ke dunia politik. Naluri aktivisnya saat mahasiswa mendorongnya terjun di dunia kepartaian.

Bersamaan lahirnya Era Reformasi,  dan berdirinya Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta bergabung ke PAN dengan menjadi Ketua Departemen Sumber Daya Alam dan Energi. Ia pun kemudian mencalonkan diri sebagai anggota legislatif pada Pemilu 1999 dari daerah pemilihan (Dapil) Bandung, Jawa Barat.

Karier politiknya mulai meroket, di lembaga legislatif itu, ia terpilih menjadi ketua Fraksi Reformasi DPR RI. Pada saat kongres I PAN pada tahun 2000, Hatta kemudian didaulat menjadi Sekretaris Jenderal mendampingi Ketua Umum Soetrisno Bachir periode 2000-2005.

Dari dunia legislatif, dia beralih ke eksekutif dengan menjadi beberapa kali menteri di kebinet yang berbeda. Menteri Negara Riset dan Teknologi, Menteri Perhubungan, Menteri Sekretaris Negara, hingga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Sukses Hatta ini dinilai banyak orang karena keahlian komunikasi atau lobinya sehingga diterima oleh presiden yang sedang berkuasa. Seriring dengan cemerlang kariernya di eksekutif,  Hatta juga naik kelas di kepengurusan partai.

Dari sekjen dia menjadi Ketua Umum DPP PAN 2010-2015. Dengan berbagai pengalaman politik yang dia miliki, dia dicalonkan menjadi wakil presiden berpasangan dengan calon presiden Prabowo Subianto pada Pilpres 2014.

Namun, belum berhasil, Hatta tetap menjadi sosok penting saat pasca Pilpres, saat itu ia menjadi penengah kekuatan politik Koalisi Indonesia Hebat (KIH) pendukung Jokowi dan Koalisi Merah Putih (KMP) pendukung Prabowo Subianto.
 

KELUARGA

Istri     : Oktiniwati Ulfa Dariah

Anak   : M. Reza Rajasa
             Siti Ruby Aliya Rajasa
             Azimah Rajasa
             Rasyid Rajasa

PENDIDIKAN

SMP di Palembang
SMA di Palembang
S1Teknik Perminyakan, Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, 1973

KARIER

Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional,    2010-2015
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Kabinet Indonesia Bersatu II, 2009-2014
Menteri Sekretaris Negara Kabinet Indonesia Bersatu, 2007-2009
Menteri Perhubungan Kabinet Indonesia Bersatu, 2004-2007
Menteri Negara Riset dan Teknologi Kabinet Gotong Royong, 2001-2004
Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional, 2000-2005
Ketua Fraksi Reformasi DPR-RI, 1999-2001
Anggota Komisi VIII DPR-RI,1999-2001
Presiden Direktur Arthindo,1982-2000
Wakil Manajer teknis PT. Meta Epsi,1980-1983
Teknisi Lapangan PT. Bina Patra Jaya, 1977-1978

PENGHARGAAN

Bintang Mahaputera Adipradana, Pemerintah Republik Indonesia (2013)
Economic Booster of The Year, Indonesia Property&Bank (2013)
Reformasi Award, Pro Democracy (2013)
The Rising Stars’s Men Obsession’s 9 Young Leaders 2013-2014″, 
Men Obsession’s (2013)
Gwanghwa Medal, The first rank of the Order Of Diplomatic Service Merit, Republic of Korea Jakarta (2012)
Pemimpin Perubahan 2011, Republika (2011)
Public Policy Award, Asia Society (2011)
Ganesha Prajamanggala Bakti Kencana, Institut Teknologi Bandung (2011)
Charta Politica Award, (2010)
Ganesha Prajamanggala Bakti Adiutama, Institut Teknologi Bandung (2009)





Share :