Antisipasi Varian Baru, Pakar Kesehatan: Disiplin Prokes dan Vaksinasi

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto meninjau Laboratorium PCR RSUD Daya Makassar sebelum pengoperasiannya untuk mendeteksi sampel uji usap untuk varian baru COVID-19, Minggu, 1 Agustus 2021.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto meninjau Laboratorium PCR RSUD Daya Makassar sebelum pengoperasiannya untuk mendeteksi sampel uji usap untuk varian baru COVID-19, Minggu, 1 Agustus 2021.
Sumber :
  • ANTARA

VIVA – Varian baru virus Corona B.1.1.529 atau varian omicron telah ditemukan di sejumlah negara Afrika dan menjadi perhatian dunia setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengkategorikannya sebagai varian of concern (VoC).

Masyarakat Indonesia diminta untuk tetap waspada dengan meningkatkan kedisiplinan protokol kesehatan dan menyegerakan vaksinasi.

Pakar Kesehatan Elizabeth Jane Soepardi menjelaskan mutasi varian Omicron diperkirakan menjadi penyebab peningkatan kasus secara eksponensial di Afrika Selatan dalam 2 pekan terakhir. Varian baru ini sangat diantisipasi karena mutasi varian ini mencapai lebih dari 50 pada spike protein lebih dari 30.

Tak hanya di Afrika Selatan, virus ini juga mulai terdeteksi di berbagai belahan dunia lainnya. Di Belgia misalnya, terdeteksi ada 26 kasus yang berasal dari wisatawan Mesir.

Kasus serupa juga tercatat di Botswana dan Hong-kong yang masing-masing diperkirakan terbawa oleh pelancong dari Afrika Selatan.

Negara-negara lain seperti Australia, Israel, Swiss, Jerman, dan Inggris juga melaporkan bahwa virus ini telah ditemukan di negara mereka masing-masing. Secara total, hingga 29 November 2021, total kasus varian omicron yang terlaporkan telah mencapai 159 kasus dari 14 negara.

Meski tengah menjadi kekhawatiran global, Jane menjelaskan bahwa para peneliti dunia saat ini masih mempelajari varian tersebut.