Bertemu Dengan ILO, Menaker Bahas Realisasi Program Pekerjaan Layak Bagi Indonesia

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziah
Sumber :
  • Kemnaker

VIVA – Dalam rangka bertukar pandangan dan informasi penting mengenai kerja sama dan kolaborasi antara International Labour Organization (ILO)  dan Pemerintah Indonesia di bidang ketenagakerjaan. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang diwakilkan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah mengadakan pertemuan bilateral dengan Director  International Labour Organization (ILO) for Indonesia and Timor Leste, Simrin Singh, di Kantor Kemnaker Jakarta, Kamis (22/2/2024).

img_title Hore! Program MagangHub Tahap 2 Mulai dibuka 3 September 2026

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pertemuan tersebut, Menaker Ida meminta ILO untuk melanjutkan pencapaian kerja layak di Indonesia serta menjadi penghubung terhadap hal-hal yang masih menjadi persoalan dalam merealisasikan dukungan terhadap program pekerjaan layak bagi Indonesia atau Decent Work Country Programme (DWCP) for Indonesia.

img_title Kemnaker Ungkap 59 Persen Pekerja Indonesia Masuk Kategori Sektor Informal

“Program pekerjaan layak merupakan sarana utama bagi ILO  untuk mempromosikan kerja layak sebagai komponen kunci dari strategi pembangunan nasional,” ucap Menaker Ida Fauziyah.

Selain membahas mengenai kerja layak sebagai strategi Pembangunan nasional, Menaker Ida menginginkan ILO untuk membantu koordinasi antar Kementerian Lembaga (K/L) serta pemangku kepentingan dalam menerapkan Konvensi ILO, khususnya yang berkaitan dengan Maritime Labour Convention.

img_title Menaker Yassierli Tegaskan Penyandang Disabilitas Harus dapat Peluang Kerja Setara

“Kami membutuhkan peran ILO dalam memfasilitasi koordinasi para pemangku kepentingan untuk merespon harmonisasi regulasi dan implementasi kerja layak di sektor maritim,” ucap Menaker Ida.

Menaker Ida mengharapakan  ke depannya ILO dapat menjadi mitra potensial tripartit Indonesia dalam upaya meningkatkan tingkat pemahaman dan kepatuhan kelompok pengusaha dan kelompok pekerja, sehingga dapat meminimalisir kasus-kasus ketenagakerjaan yang mungkin saja timbul.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga mendesak ILO untuk merespon secara cepat semua isu-isu ketenagakerjaan yang sedang berkembang dan menjadi tren global.

“Semoga kita dapat bertukar informasi mengenai kerja sama antara ILO dan Indonesia di bidang ketenagakerjaan,” pungkasnya.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani

Apindo Ingatkan Revisi UU Ketenagakerjaan Harus Dorong Investasi hingga Produktivitas Pekerja

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengigatkan bahwa Revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan yang sedang berlangsung saat iniharus bisa membangun ekosistem bisnis.

img_title
VIVA.co.id
26 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut