Kalah dari Pasangan China, Greysia/Apriyani akan Berbenah

Apriyani & Greysia di Hongkong Open 2017
Sumber :
  • Twitter @INABadminton

VIVA – Ganda putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu harus rela menjadi runner up di Hong Kong Open Super Series 2017. Greysia/Apriyani dikalahkan oleh pasangan dari China, Chen Qingchen/Jia Yifan, dengan skor 21-14, 16-21 dan 15-21. Minggu 26 November 2017. 

Tragis, Penghancur Raja Bulutangkis Gagal Juara German Open 2022

Saat melawan pasangan China, Greysia/Apriyani tidak hanya mengharapkan bermain bagus namun juga mukjizat. Pasangan Indonesia tersebut segera melakukan evaluasi dari kekalahan itu. 

“Kami tetep bersyukur, tapi kami tetap harus melihat apa yang perlu dievaluasi dari penampilan kami. Memang dari awal kami tidak hanya mengharapkan mukjizat datang, tapi memang kami tahu kami harus berusaha dulu agar mukjizat itu datang," kata Greysia dalam rilis yang diterima Viva.  

Tragis, Raja Bulutangkis Dunia Tersingkir dari German Open 2022

"Di partai final kami berusaha menekan dan merebut game pertama. Tapi di game kedua mereka benar-benar merubah strategi. Khususnya dengan semua rangkaian pertandingan dari awal hingga hari ini kami ambil positifnya, tapi kekurangan kami tetap harus disempurnakan, agar menjadi kekuatan kami,” tambah Greysia. 

Menurut Apriyani, ia mendapatkan banyak pelajaran dari pertandingan final tersebut. Apriyani menambahkan, ia memang menjadi sasaran oleh pasangan China. 

Tragis, Juara All England Hancur di Semifinal German Open 2022

“Banyak pelajaran yang saya ambil dari pertandingan final ini. Terutama game kedua dan ketiga. Dari awal Apri yang terus diincar, jadi Apri sudah kena duluan dan nggak yakin sama pukulan Apri sendiri,” kata Apriyani.

“Tapi nggak apa-apa. Saya, Koh Didi (Eng Hian) dan Mas Chafidz (Yusuf) akan memberikan kesempatan buat Apri berkembang dulu. Kami mau juara, tapi kalau memang ini belum saatnya, berarti kan ada sesuatu yang harus diambil dari sini. Kedepannya ini harus tidak boleh lengah. Kalau mau juara ya kami harus bisa lebih konsisten dari ini dan nggak boleh lengah,” jelas Greysia.

Laga final kali ini merupakan pertemuan yang kedua kalinya bagi Greysia/Apriyani dan Chen/Jia. Sebelumnya di French Open 2017, Greysia/Apriyani menang 21-5 dan 21-10 dari Chen/Jia.

“Kalau di Perancis kelihatannya mereka masih bingung. Ya setiap habis pertandingan kami semua belajar, mereka juga belajar. Jadi otomatis kami tahu kelemahan mereka, mereka juga tahu kelemahan kami. Sekarang kan sudah ada video. Ya sekarang kami semua nggak boleh santai-santai. Karena skill semua sudah sama, fisik sudah sama. Jadi saya mau tekankan sama Apri untuk jangan kendor, saya juga tetap harus ada keyakinan dan nggak boleh kendor juga,” kata Greysia.
 

Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai

Penghancur Praveen/Melati Juara German Open 2022, China Hancur Lebur

Penghancur Praveen/Melati, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai tampil mengerikan di final German Open 2022. China dibikin hancur lebur.

img_title
VIVA.co.id
14 Maret 2022