Marcell Siahaan

Marcell Siahaan
Sumber :
  • VIVA.co.id/Shalli Syartiqa

Tahun 2001, Marcell bergabung dengan paduan suara Glorify The Lord Ensemble pimpinan Daud P.M. Saba (ayah dari Carlo dan Denny Saba) yang aktif di bidang pelayanan dari gereja ke gereja dan berbagai kegiatan sosial lainnya. Bagi Marcell, paduan suara ini jugalah yang telah memberikan kontribusi sangat besar dalam karir bernyanyinya. Bahkan, sampai saat ini salah satu sahabatnya di paduan suara, Jeffry Wattimena, masih terus membantunya sebagai penyanyi latar.

img_title Cara Marcell Siahaan Tetap Bangkit di Tengah Pandemi COVID-19

Tahun 2002, Marcell tiba-tiba dikenal oleh publik saat berduet dengan Shanty di lagu 'Hanya Memuji' yang diambil dari single album pertama Shanty. Marcell berhasil menjadi teman duet Shanty atas bantuan dari sahabatnya yang juga anggota Glorify, Michael Hutagalung (Michael Hutagalung pernah berduet dengan penyanyi Filipina Maribeth dalam lagu berjudul “Love Duet” sebelumnya) yang membantunya memainkan piano dan merekamkan demo seadanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Debut album solo pertamanya yang bertitel "Marcell" sukses dirilis pada 2003. Album ini kental dengan warna musik Urban Pop. Kesepuluh lagunya didominasi oleh lagu-lagu bertempo lembut dan sedang. Simak saja "Semusim", "Firasat", "Jangan Pernah Berubah" hingga "Waktu Kan Menjawab". Di album perdananya, Marcell melibatkan pencipta lagu handal antara lain Melly Goeslaw, Glenn Fredly dan juga para aranjer handal seperti Tohpati, Iso, Aksan Sjuman dan EQ Puradiredja. Album ini menelurkan re-packaged pada 2004 dengan tambahan dua lagu baru ciptaan Tengku Shafick yaitu “Ku Tak Mendua" dan "Mendendam".

img_title Marcell Siahaan Ungkap Momen Paling Terkenang dengan Sang Ayah

Album keduanya yang berjudul "Denganmu" banyak diisi dengan musik soulful. Tak dipungkiri bagi Marcell ini adalah album penuh musikalitas yang mendekati idealismenya. Tercatat sederet musisi ikut membantu Marcell, seperti Andezzz yang menulis lagu berjudul 'Pelukan (Untukku)', Toma Pratama, bassis Mocca yang menulis lagu berjudul 'Jiwa Yang Hilang', Irvan Chasmala sebagai Music Director dan aranjer, Andi Rianto dan juga EQ Puradiredja yang mengijinkan lagu "Jelita" dari album kedua Humania berjudul 'Sahabat Lama' untuk dinyanyikan ulang. Terdapat juga dua lagu ciptaan Dewi Lestari sang isteri “Semua Yang Terlambat” dan “Jika Cinta Harus Buta”.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut