Viral Pemotor Diadang Debt Collector Padahal Beli Cash
- Instagram@andreli_48
VIVA – Video seorang pemotor ribut dengan debt collector viral di media sosial. Pemotor menolak turun karena ia beli cash.
Video viral itu diunggah oleh akun Instagram @andreli_48. "Motor Beli Cash Diadang Dikira Nunggak," tulis andreli_48 pada caption unggahan videonya, Jumat (7/1).
Dalam unggahan video itu memperlihatkan pengendara motor berada di parkiran kantor perusahaan leasing FIF.
Di depan kantor ini pengendara motor berhadapan dengan 5 orang. Di sini lima orang ini meminta pengendara motor masuk ke kantor untuk diverifikasi kepemilikan motor.
"Ayo, verifikasi, kita bukan rampok," teriak salah seorang dari mereka yang diduga sebagai debt collector.
Namun, pengendara motor tidak mau, ia memilih akan melaporkan kasus ini ke kantor polisi.
Beli Motor Rp23 Juta
Viral Pemotor Diadang Debt Collector Padahal Beli Cash
- Instagram@andreli_48
"Ini parah, kita beli cash 23 juta, kok dibilang nungak," tegas pengendara motor kepada istrinya yang merekam aksi ribut ini.
Dalam unggahan video tersebut diceritakan bahwa pengendara motor ini sedang perjalanan dari Wonosobo ke Bandung.
Dalam perjalanan tersebut, pengendara yang membonceng anak dan istrinya diadang oleh beberapa motor dari perusahaan leasing.
Mereka meminta berhenti karena motor yang ditumpangi pengendara dianggap menunggak. Pengendara menolak turun dari motor dan terjadilah keributan.
Pengendara baru mau turun motor bila di kantor leasing atau polisi.
Akhirnya mereka sepakat ke kantor leasing FIF. Di sini kembali terjadi adu mulut. Pengendara motor minta surat penagihan untuk bukti melaporkan ke polisi, tapi tidak diberikan.
Hingga kini, dalam unggahan video itu belum ada klarifikasi dari pihak-pihak terkait, termasuk dari kepolisian.
Hak Jawab dari Leasing FIF Majenang
Pertama-tama kami mengucapkan terirna kasih atas pemberitaan VIVA.co.id tentang FIFGROUP. Kami memaklumi tugas VIVA.co.id dalam menjalankan fungsinya sebagai kontrol media seperti diatur dalarn UU Pers. No.40 Tahun 1999. Sebagai perusahaan yang menjalankan pelayanan publik, karni juga berusaha untuk senantiasa terbuka terhadap evaluasi dan rnasukan pers.
Namun, terkait pemberitaan VIVA.co.Id pada hari Jumat, 7 Januari 2022 yang berjudul “Viral Pemotor Diadang Debt Collector Padahal Beli Cash” ada beberapa poin yang perlu diklarifikasi, di mana pemberitaan tersebut tidak melalui cover both sides sesuai dengan prosedur pemberitaan di media massa. Atas hal tersebut, kami mengajukan hak jawab sebagai berikut: