Gerhana Matahari yang Terjadi 8 April Ternyata Masuk dalam Ramalan Jayabaya

Coronal mass ejection (CME) yang tertangkap saat Gerhana Matahari Hibrida.
Sumber :
  • Josef Kujal

Jakarta – Pada tanggal 8 April 2024, akan terjadi Gerhana Matahari Total (GMT), yang akan terjadi menjelang Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah.

img_title Perluas Pasar Gas Bumi, PGN Beberkan Strategi Komersial Dongkrak Permintaan Berkelanjutan

Observatorium Bosscha, Institut Teknologi Bandung (ITB), menjelaskan mengenai Gerhana Matahari Total yang akan terjadi pada tanggal tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dilansir dalam akun Instagram bosschaobservatory, Rabu, 3 April 2024, Gerhana Matahari terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam satu garis lurus di ruang angkasa. Gerhana Matahari Total terjadi ketika Bulan sepenuhnya menutupi piringan Matahari dengan sempurna.

img_title Heboh Kiamat Disebut Terjadi 13 November 2026, Ini Dasar Prediksi Ilmuwan 66 Tahun Lalu

Gerhana Matahari.

Photo :

Mengingat kecilnya diameter Bulan, lintasan bayangan Bulan yang jatuh ke permukaan Bumi saat gerhana terjadi hanya melingkupi sebagian kecil area di Bumi.

img_title BMKG: Gempa Magnitudo 6,4 di Simalungun Tidak Berpotensi Tsunami

Kemudian karena dinamika rotasi Bumi, daerah yang dilalui gerhana akan berbeda-beda di setiap kesempatannya. Gerhana Matahari Total yang akan terjadi pada tanggal 8 April mendatang akan melalui bagian Pasifik selatan, Amerika tengah hingga Amerika Utara.

Gerhana akan terjadi pada sekitar pukul 17.45-18.49 UTC atau bertepatan dengan tengah malam di wilayah Indonesia.

Proses akan adanya gerhana juga sebenarnya menjadi salah satu topik dalam Ramalan Jayabaya. Prabu Jayabaya (1135-1159) adalah raja kerajaan Kediri. Ia dikenal lewat tulisannya yakni Ramalan Jayabaya.

Ada beberapa naskah yang berisi Ramalan Jayabaya, antara lain Serat Jayabaya Musarar, Serat Pranitiwakya, dan lain sebagainya. Selain itu juga disinggung di Babad Tanah Jawi.

Jayabaya

Photo :
  • Istimewa

Dalam satu di antara bait ramalan Jayabaya dituliskan:

"Akeh ingkang gara-gara. Udan salah mangsa prapti. Akeh lindhu lan grahana. Dalajate salin-salit. Pepati tanpa aji. Anutug ing jaman sewu, Wolung atus ta iya Tanah Jawa pothar pathir, Ratu Kara Murka Kuthila pan sirna".

Terjemahannya :

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Banyak kejadian dan peristiwa alam maupun dalam kehidupan masyarakat manusia yang luar biasa. Musim penghujan tidak teratur dan sering datang dengan curah hujan tinggi (kebanjiran) hingga tidak ada curah hujan sama sekali (kekeringan). "

"Gempa bumi sering terjadi dan menelan banyak korban jiwa manusia, ternak, dan harta benda, demikian juga sering terjadi fenomena alam misterius yakni terjadinya gerhana bulan, dan gerhana matahari."

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut