Serunya Nobar Festival Sinema Australia Indonesia 2018
Konflik mulai terjadi manakala Ali melakukan sebuah kebohongan besar demi menjaga gengsi Ayahnya sebagai seorang ulama Muslim terpandang. Ali berbohong mengenai nilai ujiannya yang besar, padahal sebaliknya, nilai Ali sangat rendah namun tidak buruk. Lika-Liku percintaan Ali dengan Diana yang merupakan imigran asal Lebanon mewarnai hari-harinya. Keluarga Ali sangat ingin Ali menjadi seorang dokter padahal dalam hati kecilnya Ali hanya ingin menjadi pemain film dan opera.
Dalam ajaran Agama Islam yang dianut oleh Ali, tidak memperbolehkan pemuda untuk berpacaran. Sampai pada akhirnya, Ali harus dijodohkan dengan seorang gadis cantik muslimah rekan Ayah Ali yang memiliki butik baju muslim di Australia. Dalam film Ali’s Wedding, kita dapat mendengarkan suara asli Osamah Sami saat membaca lantunan ayat suci Alquran. Kita juga dapat menyaksikan budaya wanita Muslim dalam mengenakan hijab. Mulai dari seperti yang dikenakan Yenny Wahid, hijab dengan jubah yang besar, dan hijab dengan menggunakan niqab atau penutup wajah.
Film berdurasi 110 menit ini mengajak penonton untuk memaknai arti pengabdian seorang anak dan cinta kasih dengan keluarga. Meskipun tidak ada terjemahan dalam bahasa Indonesia, penonton dapat melihat teks berbahasa Inggris yang muncul selama film ditayangkan. Karena film ini tergolong dalam kategori dewasa, maka penonton yang membawa anak di bawah umur perlu didampingi.
Salah seorang pecinta film bernama Anys Asrofah, yang menonton film Ali’s Wedding sangat puas dengan film ini. “Keren banget film Ali’s Wedding, ada kelucuan dan sedih saat menontonnya. Terimakasih panitia FSAI 2018 atas undangan nobarnya,” ungkapnya. (Tulisan ini dikirim oleh Herdian Armandhani, Denpasar)