Guru SMP Luncurkan Buku Berisi Kumpulan Cerpen

Sumber :

VIVA.co.id – Farida D. Emmy, guru SMP Negeri dari Purwokerto, mengulas buku yang ia tulis dalam kumpulan cerpen Sikas di Angkringan Kawan Kita, Komplek Taman Budaya Raden Saleh, Semarang, Jawa Tengah, Senin (9/1) malam. Karya cerpen yang diberi judul Sikas, bercerita tentang pengalamanya sebagai pendidik, tentang lingkungan yang dekat dengan dirinya.

img_title Bangga Karya Anak Bangsa, Platform Game Lokal Kian Berjaya

Acara bertajuk “Diskusi Sastra Kumpulan Cerpen Sikas” tersebut menjadi momentum peluncuran buku yang dihadiri dari berbagai kalangan cerpenis, guru, mahasiswa, penyair, maupun seniman. Farida D. Emmy menyampaikan bahwa seorang guru juga punya tuntutan untuk menulis meski melalui cerita pendek.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Membangun karakter anak didik bisa melalui media cerita. Begitu pun pekerjaan menulis hasilnya tidak bisa dirasakan dengan cepat, tapi melalui proses yang berkelanjutan. Cerpen Sikas adalah buah karya dari rasa penasarannya pada dunia sastra, karena saya lulusan Sarjana Bahasa Inggris. Namun, ada nilai dan makna yang hendak saya sampaikan pada setiap judul yang tertulis,” paparnya.

img_title Kemenparekraf Dukung Penuh Karya Anak Bangsa Platform Komik Digital Comicone.id

Acara diskusi sastra tersebut diselenggarakan oleh RIC Karya Kota Semarang dan Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI) cabang Semarang. Menghadirkan Cerpenis Eko Tunas, pembacaan puisi oleh Atik Sadewo dari Ungaran, dan dimoderatori oleh Waluyo Suryadi.

Cerpenis Eko Tunas mengatakan kumpulan cerpen karya Farida D. Emmy bercerita tentang pengalaman dan lingkungan yang dekat dengan dirinya, sekaligus sebagai bahan riset menjiwai bagi pengalaman estetika. Tentang murid-muridnya, kolega gurunya, sampai bercerita tentang penjaga sekolah yang kental dengan suasana pegunungan di daerah Banyumas, Purwokerto.

img_title PNM Hadirkan Kembali MEA 2023 Dukung Karya Anak Bangsa

“Bahkan ia tidak sekadar bercerita, tapi sarat dengan nilai keindahan yang sesunggunya. Seperti yang dikatakan oleh Jean Paul Sartre, beauty is truth, truth is beauty, keindahan adalah kebenaran, kebenaran adalah keindahan” tuturnya.

Dia juga melanjutkan bahwa, “Tersirat dalam 17 cerpennya, mengenai kegelisahannya sebagai pendidik. Bahwa guru bukan sekadar pengajar, yang sekadar memenuhi tugas kurikulum. Bahwa guru terutama adalah seorang pendidik, yang memberikan pendidikan budi pekerti, sebagai jiwa dari ilmu yang diajarkan”. (Cerita ini dikirim oleh Lukni Maulana, RIC Karya Kota Semarang)

Karya desain dan kreativitas desainer muda Indonesia di House of Indonesia di Salone del Mobile Milano 2026 di Milan

Industri Kreatif Indonesia Bersinar, Karya Anak Bangsa Unjuk Gigi di Milan

Industri kreatif Indonesia bersinar di Milan 2026. Karya anak bangsa tampil di “House of Indonesia”, menunjukkan desain lokal berkelas global dan siap bersaing di global

img_title
VIVA.co.id
24 April 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut