Mata Sembab dan Satu Lembar Tisu Kusut

Aku dan sahabatku
Sumber :
  • U-Report

Waktunya kumpul per kelompok. Ketua kelompok yaitu kakak kelas 12, memimpin perkumpulan kelompok dan mengajak anggota untuk mendiskusikan tentang lagu yang akan dimainkan, kostum yang akan dikenakan dan bagian tugas dalam kelompok. Akhirnya, aku dinobatkan sebagai vokalis, Nadya penari dan pemegang gendang mini, sedangkan Jody sebagai pemegang gendang utama karena Jody juga berbakat dalam memukul gendang.

img_title Desa Bukan Hanya Sekadar Desa

Semasa latihan marawis, aku juga berperan dalam mengatur penari dan pemegang gendang mini. Dan karena Jody sebagai pemegang gendang utama, jadi mesti banyak berdiskusi dengan vokalis. Aku tersenyum karena ternyata Jody adalah orang yang sangat baik, pandai berdiskusi, dan lembut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pernah waktu itu teman-teman kelompokku sudah keluar lebih dulu dari kelas latihan, yang tersisa hanya aku dan Jody karena dia masih harus membereskan sisa alat musik dan aku membereskan laptopku yang telah selesai dipakai untuk latihan marawis. Saat itu menyebalkan sekali, kabel charger laptop itu tersangkut di meja, aku mencoba tenang, karena Jody memperhatikan. Aku geserkan meja tapi kabelnya masih tersangkut juga. "Itu kepala chargernya masih nyangkut," kata Jody. Kuperhatikan dia berkata-kata, lalu aku kembali geserkan meja sejauh-jauhnya. Malu sebenarnya, mungkin Jody melihat aku begitu ribet.

img_title Aku Akan Tampar Mereka dengan Kesuksesanku

Setelah itu aku langsung membereskan laptopku dan segera bergegas pergi. Malam lomba tiba. Anggota wanita di kelompokku terlihat paling menarik perhatian karena kostum kita paling simpel tapi modis dan kita masing-masing mengenakan flower crown. Ya, bisa dibilang tema-nya itu adalah Angel Night. Saat sedang turun menuju lapangan tempat dilaksanakannya lomba, di pagar tangga terlihat Jody sedang menyandarkan badannya bersama teman-temannya. Akupun berhenti sejenak dan membiarkan teman lain turun tangga duluan. Kemudian aku melanjutkan turun tangga. Dan, "Yus." Jody menyapaku di tengah turunan tanggaku. Akupun menoleh ke arahnya dan dia berkata lagi, "Cantik euy". Di situ aku hanya buang muka dan melanjutkan perjalananku ke tempat lomba. Jika tidak salah itu adalah tanggal 17 Oktober 2015.

Beberapa malam setelah malam lomba marawis itu, akhirnya ustadz mengumumkan juara lomba marawis di masjid. Alhamdulillah, kelompokku menang sebagai juara ke-1. Kami mendapatkan bingkisan berisi snack dan uang tunai. Setelah selesai pembagian hadiah, kelompokku pun berkumpul untuk membagi hadiah lomba. Setelah selesai membagi hadiah kami pun bubar dan hendak pulang ke asramanya masing-masing. Di tengah perjalanan ke asrama aku berpikir, aku ingin iseng mengatakan ke Jody bahwa aku baper karena ulah Jody kemarin. Dan, akhirnya aku memutuskan mengatakan ini kepada kakak kelas yang dekat dengan Jody. "Kak, tolong bilang ke Jody, Yusrinya baper, pokoknya bilang aja kayak gitu!".

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Buka Bersama Eratkan Silaturahmi Anggota DN Malut Makassar
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut