Mata Sembab dan Satu Lembar Tisu Kusut
- U-Report
Beberapa hari setelah itu, Agam banyak memberikan informasi tentang kedekatan Jody dengan Nadya sampai aku lelah karena terus-menerus mendapat kabar tidak mengenakkan hati darinya. Akhirnya, aku pun mengirim surat untuk Jody yang isinya menanyakan tentang kedekatannya dengan Nadya dan tentang kelanjutan hubungan kami. Aku menitipkan surat itu kepada temanku, Alfi. Tetapi menurut Alfi, Jody hanya bilang bahwa cepat atau lambat Jody akan membalas surat itu.
Pada tanggal 28 November 2015, sekolahku mengadakan fieldtrip ke Kota Jakarta. Tapi, sampai hari itu pun Jody belum memberi jawaban atas suratku yang akhirnya mendorongku untuk menchattingnya via facebook. Aku katakan,"Jod, jadi apa maksudnya pura-pura putus begini?" Menurutku itu agak sedikit memaki Jody, tapi ya harus bagaimana lagi, aku bingung.
Ketika sedang dalam perjalanan ke Jakarta, aku duduk di kursi bus nomor 24. Memang, aku sedikit tidak bergairah di hari itu. Aku takut akan jawaban Jody di chatting facebook itu. Tepat ketika aku sedang mendengarkan lagu Animals-nya Martin Garrix, ada pemberitahuan di facebook chat. Aku pun membukanya. Dan, "Yus, sebenarnya Jody kecewa sama kamu karena kamu orangnya terlalu sombong. Ya sudahlah sampai di sini saja ya." Shocked? Sangat!
Aku langsung memeluk sahabat yangg duduk di sebelahku, Fatimah, sambil meneteskan air mata dan memperlihatkan apa yang baru saja aku lihat padanya. Kemudian Fatimah langsung memeluk mengelusku, membuat aku agar tenang dan menasihati sebisanya. Di situlah puncak kesakitan yang aku rasakan, merusak hari bahagiaku dengan semuanya. Jadilah mata yang sembab dan satu lembar tisu yang kusut menemani perjalananku.
Sebagai sahabat yang tak ingin merusak hariku, Fatimah langsung mengajakku ber-selfie. Tak apa, niatnya pasti bagus. Hubunganku dan Jody pun berakhir. Tapi aku bangga pernah memiliki Jody. Sampai saat ini, aku masih yakin tentang perasaan Jody kepadaku. Sampai detik ini, aku belum bisa move on darinya, karena aku masih mempunyai keyakinan tentangnya. Tatapan matanya juga, masih dapat menghipnotisku sampai saat ini. Mungkin aku akan dapat move on darinya nanti ketika aku lulus dari SMP ini. (Cerita ini dikirim oleh Yusriym)