Mata Sembab dan Satu Lembar Tisu Kusut

Aku dan sahabatku
Sumber :
  • U-Report

Keesokan harinya, Jody mengirimkan secarik kertas lewat Fatimah, sahabatku. Isi suratnya adalah, "Kenapa baper?" Aku tersenyum sejenak, kemudian aku balas, "Kan kamu tahu kalau aku itu suka sama kamu. Tapi, lupain deh! Kalau enggak suka enggak usah dianggap ya!". Sejak itu kita terus-menerus saling mengirim surat. Sampai akhirnya tragedi surat-menyurat itu disebut PDKT. Kami PDKT melalui pemborosan kertas dan tinta.

img_title Musyawarah Besar Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris UMI

Pada hari Minggu tanggal 1 November 2015, aku dan Fatimah tahu agenda Jody di hari itu karena Jody juga banyak bercerita dengan Fatimah. Siangnya, aku memenuhi panggilan Jody untuk bertemu di warung tongkrongan dekat pesantren. Aku ke sana ditemani dengan Fatimah dan Jody ditemani oleh Faiq, teman baikku sejak kelas 7 yang berperan sebagai pemotivasi Jody untuk memandang perjuanganku dalam pengejaran Jody selama hampir dua tahun lamanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ya, duduk di warung itu, kami pun sedikit berbasa-basi, Jody akhirnya mengungkapkan perasaannya padaku. Aku dan Jody resmi berpacaran. Setelah 1 November 2015 itu, aku menjalani ke-so sweet-an bersama Jody. Bahagia. Sampai akhirnya hari itu beralih ke tanggal 17 November 2015 di mana titik jenuh Jody atas kelakuanku muncul. Mungkin Jody bosan atas kata maaf yang berkali-kali aku katakan kepadanya. Ya, di tanggal itu Jody minta agar kami pura-pura putus. Jody melarang untuk saling tatap mata lagi, Jody larang aku traktir dia lagi, pokoknya dia melarang semua rutinitas yang biasa kami lakukan. Jody takut kabar tentang hubungan aku dengannya sampai ke telinga ustadz.

img_title Wahai Orang yang Tidak Berpuasa, Hormatilah Bulan Ramadan

Sejak itu aku katakan kepada semuanya bahwa aku sudah putus dengan Jody, kecuali Fatimah. Hanya Fatimah yang tahu kalau aku hanya pura-pura putus dan itu semua perintah Jody. Setelah tanggal 17 November 2015 hari-hariku sangat hampa. Biasanya ketika aku melihat Jody, dia akan dengan konyolnya mengedipkan mata genitnya padaku atau sekadar melontarkan senyum manisnya, kita bercanda dan tertawa. Tapi sekarang tidak lagi. Jody benar-benar cuek saat itu, seolah-olah sudah benar-benar putus denganku.

Suatu hari, aku diberi kabar oleh adik kelasku, Agam, anak kelas 7. Dia bilang bahwa Jody diberi makanan oleh Nadya (mantannya). Aku kembali terdiam dan hanya bilang bahwa aku sudah putus dengan Jody. Aku tak bisa marah pada Jody. Jody sedang cuek denganku, lagipula aku tahu Jody pasti tak suka dimaki-maki. Tapi, aku meminta Agam untuk memata-matai kedekatan Jody dengan Nadya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Jadi Dewa Mabuk Sehari
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut