Cinta Tak Lekang oleh Waktu
Selasa, 19 April 2016 - 11:46 WIB
Sumber :
- U-Report
Galih memegang jemari Kara. “Maukah kamu menjadi istriku?” Kata-kata Galih membuat Kara terbelalak, masih berlinang air matanya, dalam kesedihan. Tapi kata-kata Galih barusan membuat air mata kesedihan bercampur air mata kebahagiaan.
Kara tertawa sambil terisak. “Kamu gila, harusnya kamu melamar aku di restoran mewah dengan makanan yang lezat, bukan di kantor, dengan tumpukan dokumen yang belum kau tandatangani.” Kara memukul Galih geli. Mereka tertawa lepas, setelah sekian lama berdiam kaku tanpa kata. Akhirnya mereka bisa memahami satu sama lainya. Tuhan mengajarkan arti kesabaran, jodoh, tahta, dan mati adalah rahasia-Nya. Manusia hanya bisa pasrah dan menjalankan sesuai alurnya. (Cerita ini dikirim oleh Aryand16)
Tiba Saatnya untuk Merelakanmu
Mungkin kita sampai di sudut pandang yang berbeda.
VIVA.co.id
11 April 2016