Kado dari Langit

Kado Dari Langit
Sumber :
  • U-Report

Tidak mengikuti upacara bendera sanksinya lebih berat dari sekadar terlambat. Tidak mengikutinya tanpa ada keterangan akan dihukum melakukan upacara bendera sendiri. Semua tahapan dilakukan sendiri, dari mulai menyiapkan pasukan, mengibarkan bendera, menyanyikan lagu wajib, membaca pembukaan UUD 1945, membaca teks pancasila, sampai berpidato. Upacara seorang diri, menjadi peserta, berperan sebagai inspektur, juga petugas komponen upacara. Itu sangat memalukan ketimbang dijemur di bawah tiang bendera.

img_title Musyawarah Besar Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris UMI

“Kalian baru saja menyulitkan diri sendiri!” hardik satpam sambil membuka pintu gerbang. Kau dan empat siswa lainnya hanya diam, tak berani memandang wajah angker itu. “Ikut saya ke lapangan!” Kalian pun menuruti perintah satpam, mengekornya sampai ke lapangan. Sampai di sana, upacara sedang berlangsung. Kalian disuruh berbaris di bawah tiang bendera dengan posisi menghadap seluruh peserta. Kini kau mengalami bagaimana rasanya menjadi pusat perhatian ratusan orang, ditertawakan, diolok-olok, belum lagi nanti setelahnya pasti menjadi bahan ledekan. Teriknya matahari masih belum seberapa daripada malu yang harus kau tanggung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sikap diam yang ditunjukkan oleh teman-teman se-gank kepadamu membuatmu bete. Nelly, teman sebangku yang biasanya ceriwis, seolah menganggapmu tak ada di sampingnya. Setiap kali ditanya, ia hanya mengedikkan bahu. Bahkan beberapa kali ia tak menanggapi ucapanmu. Wajah cute-nya berubah jutek saat melirik kepadamu.

img_title Wahai Orang yang Tidak Berpuasa, Hormatilah Bulan Ramadan

Saat jam istirahat, Anto dan Yanti langsung keluar kelas, seperti malas berada di sampingmu. Andien yang tertinggal di dalam kelas, sikapnya lebih tak bersahabat dari Nelly. Saat kau bertanya tentang sikap aneh mereka, ia malah memasang muka geram. Alih-alih menjawab, ia meninggalkanmu begitu saja. Sejak jam pertama sampai sekarang, mereka seperti sedang menghukum tanpa memberi tahu letak kesalahanmu. Namun, kau berusaha berpikir positif, bisa saja mereka sedang menyiapkan sebuah kejutan. Kau merasa harus waspada jika tiba-tiba mereka menceplokkan telur di kepalamu, atau menaburkan tepung ke sekujur tubuhmu.

Bel tanda usai pelajaran berbunyi. Mereka kompak langsung keluar kelas. Kau hanya terpaku, masih belum tahu apa sebenarnya yang terjadi dengan mereka. Satu per satu teman-teman sekelas meninggalkanmu. Tak ada satu pun yang mengucapkan selamat ulang tahun. Dengan gontai kau keluar kelas. Sepanjang koridor sudah mulai lengang, hanya beberapa yang masih tampak duduk-duduk. Sementara teman-teman se-gank-mu entah berada di mana.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Jadi Dewa Mabuk Sehari
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut