Melihat Keberhasilan Pendidikan Karakter di Purwakarta
Larangan Pakai Motor dan Merokok
Bupati juga menggulirkan larangan memakai sepeda motor ke sekolah. Kebijakan ini dibuat menyusul tingginya angka kecelakaan kendaraan bermotor di Purwakarta. Memberlakukan kebijakan ini, Pemerintah Kabupaten menggandeng Kepolisian Resort Purwakarta.
Selain larangan memakai motor, Bupati Purwakarta pun melarang pelajar Purwakarta merokok, larangan ini berlaku untuk semua sekolah. Pada tahap awal Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui Dinas Kesehatan memeriksa siswa. Setelah itu dibuatkan ruang kelas khusus perokok dengan harapan dapat memantau siswa perokok menghilangkan kebiasaan tidak sehat itu.
Tidak Pakai Buku
Kebijakan lainnya, semua guru di Purwakarta diminta tidak membawa buku. Para guru diminta mengajar dengan ilmu yang mereka miliki. Dedi menilai perlu ada kesatuan antara guru dan siswa yang memudahkan proses transformasi ilmu. Misalnya, guru bisa mengajar tanpa selalu mengejar target dan lebih fokus pada upaya menyampaikan ilmu agar terserap dengan baik oleh siswa.
Gerakan tidak pakai buku ini bukan berarti Dedi Mulyadi anti gerakan literasi, melainkan sebagai strategi implementasi pembelajaran aktif. Sebab di luar itu Dedi Mulyadi juga menggerakkan tradisi membaca seperti memajukan perpustakaan dan mendorong setiap orang rajin membaca.
Terobosan Bupati dalam pendidikan di Purwakarta itu mendapat apresiasi dari sejumlah pihak, antara lain dari media massa. Pada 2014 Dedi mendapat anugerah dari Koran Sindo sebagai kepala daerah inovatif. (Tulisan ini dikirim oleh Ferlita Husain)