Susahnya Terjebak Banjir

Banjir
Sumber :
  • U-Report

VIVA.co.id – Dulu, rumah saya adalah langganan banjir. Sebenarnya daerah di tempat saya itu bukan daerah banjir, tapi bentuk rumah saya yang dulu terlalu rendah. Jadi, setiap hujan besar sedikit saja pasti langsung banjir. Banjirnya memang tidak terlalu besar, hanya semata kaki. Tapi ternyata dengan banjir semata kaki itu sudah cukup membuat saya kewalahan.

img_title Update Banjir Jakarta Siang Ini: 147 RT Terendam, Air di Sejumlah Wilayah Tembus 1,7 Meter

Saya yang waktu itu masih berumur 5 tahun punya side job lain di samping mengerjakan PR dan nonton Si Unyil di TVRI. Side job saya adalah setiap terjadi banjir saya harus ngeluarin air yang menggenang di halaman rumah dengan menggunakan ember, gayung, ataupun baskom biar rumah saya enggak kemasukkan air.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Biasanya saya melakukan hal itu sambil menangis (ditambah ingusan) karena saya takut air hujan akan masuk ke kamar dan menghanyutkan koleksi Tamiya milik saya. Tiap air masuk ke halaman rumah, sambil mencidukkan air, saya pasti menangis sesengukkan sambil berdoa "Tuhan, tolong berhentikan hujan ini. Aku enggak mau hanyut ke kali, huhuhu". Tapi semua berubah sejak rumah saya yang lama dihancurkan dan dibangun baru.

img_title Update! 52 RT di Jakarta Terendam Banjir, Ketinggian Air 30-140 Cm

Karena sekarang rumah saya tinggi, air pun tidak pernah bisa masuk ke halaman rumah lagi. Saya yang dulu setiap hujan selalu menciduk air sambil mewek, sekarang hanya ngelihatin tetangga saya yang kewalahan menciduk air dari balik jendela. Bahkan selama saya tinggal 3 bulan di Jakarta yang katanya selalu banjir itu, saya tidak pernah ketemu banjir. Semuanya lancar-lancar saja, saya tetap bisa membaca komik Gober sambil berselimut tebal tanpa harus takut kena banjir.

Tapi memang yang namanya musibah bisa datang kapan saja. Tanpa ada kode apa-apa, tanpa ada pertanda apa pun tiba-tiba saya terjebak banjir di Jakarta. Sebenarnya ini cukup memalukan sih, atau lebih tepatnya saya lagi sial.

img_title Terpopuler: Banjir Jakarta, Shell Super Langka, dan Tes Psikologi SIM

Belum lama ini, saya dan teman-teman kebetulan ada acara workshop atau seminar di Sunter. Di hari itu berita banjir sedang heboh-hebohnya dan dengan polosnya saya tetap ikut teman ke hotel yang ada di daerah Sunter. Bodohnya, saya tidak pernah tahu kalau Sunter, Boulevard, dan sekitarnya adalah daerah langganan banjir. Setiap banjir, pasti saja jalanan di situ menggenang dan tidak bisa dilewati.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut