Singkong Goreng Pengganti Sahur yang Gagal
Uniknya, kami masih belum ingat kalau waktu itu kami sedang berpuasa. Beberapa menit kemudian azan di musala terdekat berkumandang. Saya mengambil air wudu dan menuju musala. Baru beberapa langkah keluar dari pintu, terdengar suara sang muazin sedang melantunkan puji-pujian tentang bulan suci Ramadan. Alangkah terkejutnya saya. Saya yang tadinya mau ke musala justru berbalik arah dan kembali ke kontrakan.
Segera saya menghampiri Eko yang sedang mandi. Saya mengetuk pintu kamar mandi keras-keras sambil memanggil-manggil Eko. Mungkin karena panik, ia lantas membuka pintu kamar mandinya dengan keadaan tubuh masih berlumuran sabun. Saya menceritakan apa yang terjadi, bahwa saat ini adalah bulan Ramadan dan kami sedang berpuasa.
Kami pun tertawa terbahak-bahak. Namun yang lebih menggelikan lagi, Eko tertawa dan tak menyadari sepenuhnya bahwa pintu kamar mandi terbuka. Saya terus mengejeknya, lalu ia tersipu malu sambil menutup pintu kamar mandinya. Sungguh pengalaman yang luar biasa.
Sebagaimana kita ketahui, seseorang yang makan atau minum di waktu puasa tanpa disengaja maka tidak membatalkan puasa. Mungkin itu adalah kiriman sahur dari Tuhan sebagai pengganti gagalnya santap sahur kami tadi pagi. Sungguh pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan. Saya kemudian bergegas menuju musala, dan Eko mengikuti di belakang. (Cerita ini dikirim oleh Mutakim)