Berapa Harga Tulisanmu?

Penghargaan menulis.
Sumber :
  • U-Report

Begitu juga di dunia menulis. Ketika ada penulis yang memasang harga yang menurutnya pantas, maka penulis lain yang masih baru terjun ke dunia menulis, menganggap penulis itu matre dan mengukur segalanya dengan uang. Mereka tidak berpikir bahwa karya yang ada harganya itu mengikuti putaran industri. Tulisan yang terbit di media nasional, terbit di Jakarta, tentu honornya berbeda dengan tulisan yang terbit di media lokal. Tidak boleh panas ketika menyikapi hal itu.

img_title Coastal Beach Clean Up di Hari Peduli Sampah Nasional

Mungkin sebuah saran bisa diberikan. Kalau yang bicara ingin benar-benar beramal lewat tulisan caranya mudah kok. Tulislah sebuah tulisan yang bermanfaat, lalu cetak dengan uang sendiri. Perbanyak dan bagikan ke orang lain. Cobalah. Harga yang pantas itu saya pelajari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beberapa tahun yang lalu, saya berani menawarkan proposal ke beberapa penerbit yang menyediakan jasa untuk tulisan saya per lembarnya. Ada penerbit yang setuju, ada yang tidak. Tapi dari satu keberanian itu muncul keberanian lain. Ketika ada penerbit yang mengorder ke saya, maka mereka akan memberikan jumlah pembayarannya dan kapan waktu pembayarannya. Biasanya surat itu datang lebih dulu sebelum pekerjaan. Dan ketika saya oke, pekerjaan turun. Lewat dari tenggat pembayaran, saya biasanya akan menagih.

img_title Driver Ojek Online Sedekah Jasa Antar Anak Yatim ke Sekolah

Kok enggak malu menagih? Kenapa mesti malu? Kan sudah ada perjanjian di awalnya. Pernah ada yang menawari untuk mengisi media cetak miliknya, tapi untuk coba-coba. Alias saya dianggap beruntung karena diberi kesempatan itu. Saya menolak, karena saya punya karya bagus dan akan terus meningkatkan kualitas. Akhirnya saya dipanggil ke kantor lalu diskusi soal harga.

Belum lama, saya juga bertemu seseorang. Dan saya terus terang bilang padanya kesulitan saya adalah menerapkan harga. Tapi silakan baca tulisan saya. Lalu saya berikan buku saya. Hingga akhirnya tetap kesepakatan kita buat sesuai harga yang saya tawarkan. Harga dari saya disetujui, karena klien yakin saya bukan asal tulis, apalagi cuma sekadar tulisan dari hasil berkhayal.

img_title Avi Choir Avicenna, Paduan Suara Cilik yang Penuh Prestasi

Temui Orang yang Paham

Suatu hari suami mendatangi saya. Menunjukkan angka yang tertera di telepon genggamnya. “Gambarku dihargai segini. Besar, ya?” Kami sepasang suami istri yang memang tidak paham soal harga pada awalnya. Karena untuk saya menulis dan suami menggambar, melakukan keduanya adalah masalah passion dan cinta. Yang memberi order puas saja kami bahagia. Dan mau tahu hasilnya? Hasilnya ada yang minta gambar, gambar selesai terus kabur. Ada yang membuat cetakan juga kabur. Tapi lambat laun kami harus menghargai karya kami.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut