Belajar dari Rasa Sakit Hati

Sakit Hati
Sumber :
  • U-Report

Lalu tubuh yang gemuk itu mudah disiasati dengan pola makan dan olah raga yang baik. Toh segalanya menjadi mudah ketika dilakukan dengan fokus pada tujuan dan target kita. Bukan fokus pada omongan miring yang justru membuat langkah lurus kita menjadi miring. Yakin bahwa setiap kemudahan terjadi karena kita mencari kemudahan itu dan tidak meratapi setiap kesulitan yang kita hadapi.

img_title Tanggung Jawab dan Rekonsiliasi Masyarakat Lumban Dolok

Sakit hati sesungguhnya bukan hal penting ketika kita sadar kita yang menciptakan dan memelihara rasa itu. Seorang pengamen yang mengamen dari satu rumah ke rumah yang lain bisa jadi sakit hati karena ia ditolak. Tapi memelihara sakit hati itu cuma akan membuatnya bergerak jadi pengamen dengan nasib yang sama seperti itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saya pernah sakit hati dengan seorang pemulung yang menolak pemberian saya. Tapi sakit hati itu saya olah menjadi hal lain yang lebih menyehatkan. Pola pikir positif bahwa siapa tahu pemulung itu menolak karena ia punya harga diri dan bisa jadi hidupnya jauh lebih baik ketimbang saya. Bisa jadi juga karena ia terbiasa mendapatkan barang yang justru tidak layak pakai yang seharusnya masuk ke tong sampah sehingga pemberian itu hanya pengalihan dari tong sampah ke tempatnya.

img_title Jokowi Diminta Lerai Konflik Ketua Pramuka dengan Menpora

Pola pikir bisa jadi seperti itu membuat akhirnya saya mengubah kalimat ketika memanggil pemulung untuk membagi barang. Ucapkan kata lebih sopan, iringi dengan kata maaf karena takut ia tersinggung, dan sampaikan terima kasih karena mereka jsutru yang membantu kita mengurangi barang tidak terpakai di rumah.

Peristiwa lainnya mengajarkan banyak hal. Sakit hati ketika anak-anak berucap tidak baik justru membuat saya sebagai orangtua mengambil jalan introspeksi. Hingga akhirnya tahu penyebab sebenarnya kenapa kata-kata tidak baik itu bisa ke luar dari mulut anak-anak.

img_title Bantuan untuk Pesantren Mirrozatul Lombok Barat

Sakit hati sering terjadi karena kita berharap terlalu banyak. Dan yang kita terima tidak sesuai harapan. Sakit hati bisa juga karena kita menganggap diri kita terlalu tinggi, hingga tidak terima ketika direndahkan. Pilihan ada pada kita. Memelihara sakit hati atau mengolahnya menjadi prestasi. (Tulisan ini dikirim oleh Norah)

Ilustrasi.

Pergilah Dinda Cintaku

Maafkan aku yang terlalu berlebihan mencintaimu.

img_title
VIVA.co.id
26 Februari 2018
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut