Pahlawanku Sang Petugas Kebersihan Kota

Ibuku yang terbaik.
Sumber :

Dari waktu ke waktu akhirnya ibuku ada yang menaksir. Laki-laki itu adalah bapak aku yang bernama Satino. Ibuku yang awalnya bekerja, tapi semenjak menikah dengan bapak ia sudah tidak bekerja lagi. Tidak lama dari pernikahan mereka, lahirlah seorang anak perempuan yang sangat cantik. Anak tersebut itu adalah aku yang bernama Sri Karyati Anggun Perdani.

img_title Bantuan untuk Pesantren Mirrozatul Lombok Barat

Aku merupakan anak tunggal. Ibuku sangat senang dan bahagia karena telah memiliki buah hati yang cantik. Namun ternyata pernikahan mereka tidak berlangsung lama. Sekitar umurku 3 tahun, akhirnya ibu dan bapak memutuskan untuk berpisah atau bercerai. Aku pun memilih untuk tinggal dengan ibu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selama kedua orang tuaku pisah, ibu yang bersusah payah untuk membesarkan aku hanya seorang diri. Ia merawat aku sangat baik dengan memberikan aku makan yang cukup dan menyekolahkan aku. Ia berusaha dan  memikirkan caranya agar anaknya mendapatkan hidup yang layak. Ia kembali berusaha mencari pekerjaan. Ia mencari pekerjaan apapun, dan ia akan terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan anaknya.

img_title Intip Cara Mengelola Media Sosial secara Maksimal

Ibuku mencari pekerjaan dari mulai pembantu rumah tangga, tukang masak, dan lain-lain. Ia tidak pernah malu akan pekerjaannya. Sampai suatu ketika ibu melihat pekerja tukang sapu jalanan, lalu ia bertanya apakah masih ada lowongan di sana. Kemudian ia pun mencoba untuk melamar pekerjaan tersebut.

Hingga beberapa bulan belum ada perkembangan atau tidak ada kabar tentang lamaran pekerjaan tersebut. Suatu hari, tiba-tiba ibuku mendapatkan sebuah surat yang isinya memberitahukan bahwa ibuku diterima bekerja. Ibuku sangat bersyukur dan akhirnya bisa mendapatkan pekerjaan yang tetap.

img_title Kolaborasi Cantik Human Resources dan Teknologi

Lalu ibu bertanya kepadaku, “Dek, kamu malu tidak kalau ibu kerjanya seperti ini?” lalu aku jawab, “Bu, aku tidak malu karena semua pekerjaan sama saja dan ada rezeki tidak boleh ditolak. Jadi ibu ambil saja ya,” Akhirnya ibu bekerja di DKP Depok sebagai pesapon atau tukang sapu jalanan. Ia juga tidak lupa bersyukur kepada Tuhan dan mengucapkan terima kasih karena telah mendengarkan doa kami dan mengabulkan keinginan kami.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut