Pahlawanku Sang Petugas Kebersihan Kota
Ibuku bekerja di sana sudah sangat lama, tepatnya dalam kurun waktu kurang lebih lima tahun. Aku dan ibu tidak pernah malu untuk memberitahukan kepada orang-orang tentang pekerjaan ibu. Dalam pekerjaannya, ibu selalu mengerjakan dengan bersungguh-sungguh. Ia tidak pernah mengeluh untuk berhenti, tetapi justru ia malah giat dalam setiap pekerjaannya.
Walaupun ibu sudah bekerja, ia tidak pernah lupa untuk selalu taat berdoa dan pergi ke Gereja setiap minggunya. Hingga saat ini ibuku masih bekerja di DKP Depok sebagai pesapon yaitu tukang sapu jalanan. Ibuku juga selalu mencari cara agar mendapatkan penghasilan tambahan. Seperti mengumpulkan barang bekas (botol minum, kardus, kaleng minuman, atau kertas).
Ibuku tidak pernah malu untuk mengumpulkan barang-barang bekas tersebut. Dan sampai sekarang ibu masih menjadi single parent yang berusaha terus menghidupi kami berdua. Dan terus melakukan berbagai cara agar bisa memiliki pendapatan yang dapat mencukupi kehidupan kami.
Aku sangat bangga sekali memiliki ibu yang seperti ibuku. Yang mau berusaha untuk mencukupi kehidupannya. Yang rela melakukan kegiatan apa saja untuk mendapatkan uang. Jerih payahnya tidak akan pernah bisa dilakukan oleh orang lain dan tidak akan pernah aku lupakan. Tenaga yang sudah terkuras dari pekerjaannya tersebut membuat aku sangat kagum akan kegigihan yang dimilikinya.
Walaupun saat ini ibuku memiliki penyakit yang cukup membuat kami terkejut, yaitu penyakit jantung yang merupakan penyakit keturunan dari orang tuanya. Aku selalu berusaha untuk membuat ibuku ceria dan tidak memikirkan tentang penyakitnya. Dengan cara membuat ibuku selalu senang dan tidak memiliki beban yang berat. Aku sangat berterima kasih kepada Tuhan karena telah mengirimkan malaikat untuk menjaga, melindungi, membimbing, dan merawat aku hingga besar.
Ibu, aku berterima kasih kepadamu karena telah merawatku hingga besar, mendidikku dengan baik, mengajarkan banyak hal tentang kehidupan, menjagaku, dan hal lain yang tidak bisa aku sebutkan. Karena begitu banyak hal yang telah kau lakukan untukku. Terima kasih atas segala pengorbanan yang kau berikan kepadaku. Aku tidak akan pernah melupakan jasa-jasa dan pengorbananmu. (Tulisan ini dikirim oleh Sri Karyati Anggun Perdani, mahasiswa Fikom, Universitas Pancasila)