Sang Penakluk Takdir yang Tangguh

Ibu Kasruni, sang penakluk takdir yang tangguh.
Sumber :

Pada tahun 2003, takdir membawa Kasruni menuju Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kasruni meminjam modal dari sang pengepul pisang di pasar. Lalu dengan bermodalkan 7 sisir pisang ambon, Kasruni menjajakan pisangnya dengan menyusun 5 peti telur. 2 meja sebagai tempat untuk menaruh pisang dagangannya. Sedangkan 2 lagi sebagai tempat beberapa helai kain untuk selimut kala angin malam membekukan tubuh rentanya. Sedangkan, 1 peti telurnya digunakan sebagai bangku yang setia ia duduki.

img_title Diadaptasi dari Novel, Serial Sabtu Bersama Bapak Bakal Tayang di 240 Negara

Sandang, pangan, papan? Kasruni jauh dari ketiga hal tersebut. Namun, ia tetap memiliki semangat untuk hidup dengan pisang yang ia jual setiap harinya. Siang yang begitu terik membuat Kasruni memakai topi caping agar Kasruni bisa melihat dagangannya. Karena sengatan matahari begitu silau. Ah, ibu kota.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penghormatan sebagai wanita yang berusia lanjut terkadang tidak didapati Kasruni. Satpol PP kerap kali bertindak tidak sopan terhadap Kasruni. Namun, Kasruni tegaskan dengan sorotan mata yang tajam dan suara yang mengeras namun tidak menggelegar, “Saya di sini tidak ganggu lalu lintas. Karena saya berjualan di depan gudang milik orang Cina yang telah setuju saya berjualan pisang di sini,” ujarnya.

img_title Cerita Model Seksi Priscillia Hesty, Pahit dan Manis di Belakang Kamera

Tatapan Kasruni yang berisikan ucapan tersebut mampu menyadarkan petugas agar tidak bertindak semena-mena padanya. Kasruni merasa beruntung masih dipayungi perlindungan Tuhan. Karena dengan mata kepalanya Kasruni kerap melihat beringasnya perlakuan petugas dalam melakukan razia dan mengacak-acak, bagaikan pemabuk yang telah menghabiskan 24 botol minuman keras. Bertindak semuanya seolah-olah dialah sang raksasa di tengah manusia kerdil. Habis semua dagangan di acak-acak. Hanya geraman dan isak tangis yang menyisakan suara.

Kala siang hari lah yang membuat Kasruni takut. Ia benci ketika melihat petugas melakukan razia. Karena sesungguhnya tugas petugas tersebut bisa dilakukan dengan cara yang tidak biadab seperti itu.

img_title Brooke Shields Beberkan Dirinya Pernah Jadi Korban Pemerkosaan di Hollywood

Saat malam tiba, 2 payung yang setia menemani Kasruni tetap terpasang. Walau tidak lagi kuat, setidaknya payung tersebut dapat melindunginya dari hujan malam itu. Musim yang tidak menentu. Panas yang menyengat, terik yang menggigit, lalu malamnya hujan dengan rintik. Tidak mempunyai rumah bukan alasan bagi Kasruni untuk menyerah. Entah seberapa membaranya api yang berkobar di dalam diri Kasruni, tapi yang pasti dialah penakluk takdir yang tangguh. (Tulisan ini dikirim oleh Anggie Ayu Reni Kuswoyo)

Inul Daratista

Ngeri, Cerita Inul Daratista Sempat Pernah Dikejar Rampok

Inul Daratista pun menceritakan bagaimana susah jerih payah dirinya mengais Rupiah dari satu panggung ke panggung lainya, saat awal merintis kariernya dulu.

img_title
VIVA.co.id
23 Juli 2024
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut