Mantan Pengguna Narkoba yang Sukses Berternak Kelinci
- Pixabay
Setiap bulan dia mulai mendapatkan hasil yang meningkat, yang pada akhirnya dia mulai mencari tahu apa dan seperti apa berternak kelinci yang benar. Dia mulai belajar dan akhirnya tahu bahwa yang dia lakukan adalah salah. Karena dia beternak dan menjual kelinci yang asal usul atau ras-nya tak jelas.
“Saya belajar ke sana ke sini. Akhirnya kelinci yang saya punya saya jual semua, dan mulai membeli kelinci-kelinci yang memiliki asal-usul yang jelas atau ras yang memang ada dan sudah ditentukan oleh ARBA dan Balitnak,” jelasnya. ARBA sendiri adalah American Rabbit Breeders Association dan Balitnak adalah Balai Penelitian Ternak.
“Kelinci yang saya beli saat itu sangat banyak. Dari mulai Dutch, Himalayan, Satin, Rex, English Anggora, dan Fuzzy Lop. Wah, pokoknya banyak. Sampai 13 ras semuanya gue punya. Sampai akhirnya saya kepikiran membuat Daniels Rabbit ini menjadi rabbitry yang lebih spesialisasi. Dokter saja ada spesialisnya, masa tukang kelinci enggak ada,” candanya.
Akhirnya dia mencari 4 ras yang kira-kira akan menjadi ladang emasnya Daniels Rabbit. Daniels Rabbit sendiri adalah nama peternakan kelinci miliknya. Nama Daniel diambil dari nama anak pertamanya. “Anak yang bandel, anak yang susah pokoknya,” tegasnya. Jadi dia berharap bahwa rabbitry-nya pun bandel dan susah untuk dijatuhkan atau bangkrut.
Ras yang dijadikan spesialis adalah Rex, Rexa, English Anggora, dan Fuzzy Lop. Dimulai dari 4 jenis itulah saya menjalankan dengan tekun peternakan ini hingga menjadi peternakan kelinci terbesar di DKI Jakarta. Dan melakukan jual beli sekaligus mensosialisasikan perawatan kelinci yang benar kepada setiap pembelinya. “Be a smart buyer and be a recommended seller, kalau kata orang kampung mah begitulah kira-kira Om,” candanya.
Lambat laun dia mulai menjalankan usahanya itu. Dia mendapatkan bantuan dari tempat yang bisa dibilang telah menyelamatkan hidupnya dari narkoba. Tempat ia ketika itu direhabilitasi. Tempat itu memberikan uang sekitar 15 juta untuk membantu usahanya. “Memang semua orang yang sudah lulus rehab akan dikasih bantuan, Om. Ada yang usahanya bengkel, macam-macamlah usaha yang dibantu. Alhamdulillah, pas waktu itu saya langsung impor kelinci 2 ekor seharga 12 juta. Dan dari hasil usaha itu bisa buat tambahan jajannya Daniel,” ungkapnya.