Perubahan Sekolah Pedalaman di Papua Barat

Taman Baca Sekolah Pedalaman di Papua Barat.
Sumber :

SD Inpres 62 Gaya Baru terletak di Kecamatan Momi Waren, Manokwari Selatan, Papua Barat. Momi Waren terletak 120 km arah selatan Kota Manokwari. Diperlukan waktu 4 jam dari Kota Manokwari untuk menjangkaunya. Ada 8 SD di Momi Waren, namun tidak semuanya aktif. Ada beberapa sekolah yang tutup karena tidak ada kepala sekolah dan gurunya. Salah satunya adalah SD Inpres 62 Gaya Baru.

img_title Coastal Beach Clean Up di Hari Peduli Sampah Nasional

Setahun yang lalu, saat pertama tim Usaid Prioritas berkunjung ke sekolah ini, kondisi sekolah sangat memprihatinkan. Hanya ada dua guru dan seorang kepala sekolah. Itupun satu guru sudah tidak aktif lagi. Siswanya hanya 21 anak. Sekolah hanya memiliki dua ruang kelas dan satu rumah kepala sekolah yang sekaligus difungsikan untuk ruang koordinasi antara guru dan kepala sekolah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat kali pertama dikunjungi, anak-anak yang saat itu sedang berada di luar kelas langsung berlari menjauh. Mereka malu melihat orang asing datang. Beatrix Krey, kepala sekolah, menjelaskan bahwa kondisi sekolah sangat mencemaskan. Proses belajar-mengajar tidak terjadi setiap hari, tergantung dari kedatangan siswa dan gurunya.

img_title Driver Ojek Online Sedekah Jasa Antar Anak Yatim ke Sekolah

Kini, setelah setahun membenahi diri, SD Inpres 62 Gaya Baru telah memiliki 58 siswa, empat ruang kelas, tujuh guru termasuk kepala sekolah, dan satu ruang baca terbuka di samping sekolah. Tambahan ruang kelas didapat dari Dinas Pendidikan. Demikian pula pemenuhan jumlah guru. Kini setiap kelas memiliki guru. Jumlah anak kelas I ada 13 anak. Ini adalah jumlah rombongan belajar terbesar yang pernah ada di SD Inpres 62 Gaya Baru. Biasanya mereka hanya menerima kurang dari sepuluh anak setiap tahunnya.

Beatrix Krey, berupaya untuk meningkatkan mutu sekolahnya. Ia memenuhi kebutuhan alat dan bahan yang diperlukan oleh gurunya dalam mengajar di kelas. Beatrix mengadakan pertemuan setiap dua minggu dengan semua guru untuk membahas kondisi sekolah. Tim pengajar ini membahas kehadiran siswa. Jika ada siswa yang tidak hadir, ditugaskanlah seorang guru untuk mengunjungi orang tua si siswa.

img_title Avi Choir Avicenna, Paduan Suara Cilik yang Penuh Prestasi

Mereka juga membahas kemajuan masing-masing siswa. Jika ada siswa yang lambat belajar, belum bisa membaca, maka guru kelas akan memberikan perhatian khusus dan pendampingan khusus supaya si siswa bisa mengejar kemampuan kawan-kawannya. Tim pengajar yang dipimpin oleh Beatrix Krey juga membahas kebutuhan pembelajaran dan kebutuhan operasional sekolah secara bersama-sama. Semua kebutuhan dipenuhi dengan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Jadi semua guru tahu bagaimana dana BOS digunakan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut